Bulog Kedu Sanggupi Berapa Pun Kebutuhan Operasi Pasar

Ilustrasi pengecekan beras di gudang Perum Bulog. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
14 Januari 2019 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Perum Bulog Subdivre Kedu siap melayani berapa pun permintaan operasi pasar beras di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Kota Magelang.

"Berapa pun permintaan beras dari masyarakat akan kami layani, tidak ada batasan untuk operasi pasar [OP]," kata Kepala Subdivre Bulog Kedu Nani Yulianti di Kota Magelang, Jawa Tengah, Senin (14/1/2019).

Ia menuturkan Bulog kini menyelenggarakan program ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras medium tahun 2019 yang bertujuan untuk mengantisipasi terhadap kenaikan harga pangan, khususnya beras karena bulan Januari dan Februari 2019 diperkirakan belum ada panen. "Jadi untuk antisipasi terhadap kemungkinan ada kenaikan harga kami melakukan operasi pasar," katanya.

Ia menuturkan OP bisa dilakukan di pasar melalui satgas, kemudian kerja sama dengan rumah pangan kita (RPK). Selain itu juga bisa dilakukan dengan distributor atau desa yang sudah memiliki BUM-Des. "Ada potensi desa untuk kerja sama dan akan kami lakukan sehingga konsumen bisa langsung melakukan pembelian di wilayah terdekat," katanya.

Menurut dia permintaan OP beras pada awal tahun 2019 ini cenderung meningkat di banding akhir tahun 2018, yakni dari semula rata-rata 70 ton per hari, kini rata-rata 100 ton/hari. Ia menyampaikan stok beras Bulog subdivre Kedu sekitar 8.500 ton dan stok ini mampu melayani permintaan masyarakat hingga memasuki masa panen sekitar awal Maret 2019.

Ia mengatakan harga beras medium yang dibeli dari Bulog Rp8.100/kg dengan kemasan 50 kg. "Penjualan sampai di tingkat konsumen sesuai HET dari Perdagangan Rp9.450/kg dan kami menjual sampai di tingkat konsumen Rp9.000/kg," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara