Hotel di Semarang Minim Tamu, Okupansi 55% Saja

salah satu sudut Hotel Grandhika Pemuda Semarang. (Bisnis/tripadvisor)
15 Januari 2019 02:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Memasuki awal tahun 2019, okupansi sejumlah hotel di Kota Semarang, Jawa Tengah mengalami kelesuan. Bahkan ada hotel yang mengalami penurunan okupansi hingga 60%.

Public Relations Officer Santika Premiere Semarang, Yunita Dian, mengatakan okupansi Hotel Santika pada Januari 2019 ini mengalami penurunan signifikan. "Penurunnya cukup banyak, saat ini okupansi diangka 55% hingga 60%," katanya, Senin (14/1/2019).

Dia menjelaskan, punurunan okupansi tersebut disebabkan sepinya kegiatan dari kantor-kantor pemerintahan. Padahal pemerintahan dan korporasi menjadi penyumbang terbesar untuk hotel berbintang dari sektor penjualan kamar ataupun MICE.  "Kegiatan pemerintahan biasanya baru ramai pada akhir bulan ataupun awal bulan Februari, sektor Mice pun juga akan ramai,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Manajer MG Setos Hotel, Erna Caroline menambahkan, hal sama turut terjadi di Hotel MG Setos, dimana dari sektor okupansi ataupun Mice masih berlum menggeliat di Januari ini. “Pada Desember lebih banyak segmen individual traveller karena bertepatan dengan momen libur sekolah, libur natal dan akhir tahun,” tuturnya.

Adapun, okupansi MG Setos saat ini, masih sekitar 50%. Sedangkan, lanjutnya untuk menarik pengunjung, pihaknya tengah mempersiapkan program Imlek di bulan Februari mendatang.

Di sisi lain Wakil Ketua PHRI Jateng Benk Mintosih mengatakan, setiap awal tahun tren okupansi hotel di Semarang mengalami penurunan. Kendati demikian, pihaknya optimistis jika jelang hari raya Imlek nanti okupansi hotel akan kembali naik. "Kami optimistis jika okupansi hotel akan kembali meningkat. Biasanya menjelang Imlek okupansi hotel akan mengalami kenaikan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis