Padi Reborn Ditolak Launching Persiku, Kudus Tak Aman Jelang Pemilu 2019?

Baliho rencana launching Persiku Kudus dengan menghadirkan group band Padi Reborn di Jl. Sunan Kudus, Kudus, Jawa Tengah, Senin (14/1 - 2019). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
15 Januari 2019 12:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Sebagian warga Kudus menolak rencana launching tim Persiku Kudus yang akan berlaga di Liga 3 Zona Jawa Tengah dengan menghadirkan grup band Padi Reborn. Alasannya, konser musik itu bakal menimbulkan kerawanan sosial menjelang pelaksanaan pemilu dan Pilpres 2019.

Rencana peluncuran tim Persiku Kudus yang akan berlaga di Liga 3 Zona Jawa Tengah ditolak empat oganisasi kemasyarakatan. Keempat ormas itu adalah Forum Silaturrahim Santri Muda Kudus, Lembaga Ratib dan Shalawat Al-Muhdlor Kudus, Koalisi Pemuda Lintas Agama Kudus, dan Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik Kudus. Ada pula protes dari perorangan.

Protes tersebut dilayangkan kepada Kapolres Kudus. Sejauh ini, belum jelas seberapa signifikan jumlah anggota keempat ormas penolak Padi Reborn di Kudus itu dibandingkan sekitar 831.303 penduduk Kabupaten Kudus.

Yang pasti, mereka khawatir konser musik bakal menimbulkan kerawanan sosial terutama karena saat ini menjelang pemilu dan Pilpres 2019. Polres Kudus sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara tak menunjukkan sikap tegas terkait kesiapan polisi wilayah itu menjaga keamanan wilayah pada masa menjelang pemilu dan Pilpres 2019 ini.

Kapolres Kudus AKBP Saptono justru merujukkan tanggapan atas protes empat ormas yang mengatasnamakan warga Kudus itu kepada Polda Jateng. Ia tak tegas menyatakan kesanggupan menjaga keamanan wilayah yang menjadi tanggungjawabnya saat konser musik itu digelar kelak.

"Kegiatan yang menghadirkan bintang tamu artis ibu kota, maka izinnya ke Polda Jateng, sedangkan Polres setempat hanya memberikan rekomendasi," kilahnya saat menanggapi surat protes sejumlah ormas tersebut di Kudus, Jawa Tengah, Senin (14/1/2019).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kudus Sam'ani Intakoris mengungkapkan bahwa izin konser saat ini masih dalam proses. Adanya protes masyarakat, katanya, diterima sebagai masukan yang lumrah serta menjadi bahan pertimbangan.

Ia menegaskan akan mengantisipasinya, misalnya ketika ada azan, panitia akan mengistirahatkan pertunjukan sementara. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan pengurus masjid," ujarnya didampingi Ketua Panitia Launching Persiku Eko Hari Djatmiko.

Group band Padi yang dihadirkan dalam peluncuran tim Persiku itu, kata dia, dianggap dapat diterima semua kalangan karena bergenre pop alternatif. Demi memperkuat argumentasinya bahwa musik aliran pop alternatif tak menimbulkan keributan, Eko Hari Djatmiko menuding aliran musik rok dan dangdut sebagai pemicu potensi kegaduhan.

"Kami ingin acara berimbang karena sebelumnya ada pengajian, peringatan hari santri, dan pergelaran wayang, berikutnya konser musik. Harapanya bisa diterima semua kalangan," ujarnya. Terkait keadilan itu, Eko mestinya juga menggelar konser musik genre berbeda demi pronsip kradilan yang dianutnya.

Terkait pengamanan acara yang berlangsung pukul 18.00-22.00 WIB, bakal melibatkan polisi, tentara, aparat Satpol PP, dan Dishub. Selain itu, akan disediakan mobil ambulans dan pemadam kebakaran.

Acara dalam rangka memperkenalkan tim Persiku Kudus dan tasyakuran Kudus meraih Adipura merupakan hasil kerja sama dengan swasta sehingga tidak menggunakan dana APBD Kudus 2019.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara