Kodam Diponegoro Kerahkan 6.000 Prajurit TNI Jaga Alat Pendeteksi Bencana

Kapendam IV Diponegoro, Kolonel Arh. Zaenudin, memberikan instruksi kepada personelnya di Makodam IV Diponegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (15/1 - 2019). (Semarangpos.com/Pendam IV Diponegoro)
16 Januari 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kodam IV Diponegoro akan mengerahkan 6.000 prajuritnya untuk menjaga alat pendeteksi bencana yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ke-6.000 personel itu merupakan prajurit TNI yang berstatus sebagai bintara pembina masyarakat (Babinsa).

Hal itu disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV Diponegoro, Kolonel Arh. Zaenudin, saat dijumpai wartawan di sela acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Penerangan Angkatan Darat (Penad) di Makodam IV Diponegoro, Selasa (15/1/2017).

“Kita sudah punya Babinsa. Nanti mereka yang akan kita terjunkan untuk memonitor alat pendeteksi bencana itu. Nanti mereka akan bersinergi dengan Babinkamtibmas [bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat] dan juga BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] yang tersebar di berbagai daerah,” ujar Zaenudin.

Pengerahan Babinsa untuk menjaga alat pendeteksi bencana itu sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan melalui instruksi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Sebelumnya, Jokowi mendapat keluhan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, agar alat pendeteksi bencana dijaga aparat TNI karena kerap mengalami kerusakan maupun hilang akibat faktor alam maupun ulah manusia.

Selain mengerahkan Babinsa untuk menjaga objek vital nasional berupa alat pendeteksi bencana, Zaenudin mengaku juga menerjunkan personel guna membantu warga yang terdampak erupsi Gunung Merapi yang saat ini masih berstatus waspada atau level II.

"Kita siap membantu mengamankan, kapanpun diminta. Aparat teritorial sudah digelar. Kita sudah melaksanakan mitigasi, melaksakan bersama BPBD dan kepala daerah jika bencana itu terjadi," ujar Zaenudin.

Zaenudin menyebutkan saat ini personelnya masih dalam posisi siaga bila sewaktu-waktu dibutuhkan membantu menanggulangi dampak bencana di lereng Gunung Merapi, termasuk memetakan personel dan peralatan yang digunakan saat berada di lokasi tersebut.

“Tinggal kebutuhannya nanti berapa, kami siap sediakan,” tegas alumnus Akademi Militer angkatan 1995 itu.

Ia mengungkapkan pengerahan para personelnya masih menunggu aba-aba dari pemerintah pusat terkait peningkatan status Gunung Merapi.

Lebih jauh, ia menjelaskan para Babinsa kini sudah bergerak secara bertahap untuk melakukan mitigasi bencana di gunung yang berada di antara Kabupaten Klaten, Boyolali, Magelang dan Sleman tersebut.

Setiap Babinsa terus bergerak untuk menginformasikan perkembangan terkini mengenai status erupsi Gunung Merapi kepada masyarakat setempat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya