Pelindo III Fokus ke Terminal Peti Kemas di Tanjung Emas dan Tanjung Intan

Terminal Peti Kemas Semarang. (TPKS.co.id)
16 Januari 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Pelindo III fokus melakukan pengembangan Terminal Peti Kemas (TPKS) Tanjung Emas Semarang dan Tanjung Intan Tegal.

Direktur Pelindo III Regional Jateng Arif Prabowo menyampaikan, untuk Pelabuhan Tanjung Emas memasuki tahap penyelesaian reaktivasi rel Bandarharjo-Tawang. “Maret reaktivasi selesai. Kalau itu terhubung, akan terhubung ke selatan dan barat Jawa. Bahkan Grobogan sudah minta dan akan melakukan ekspor atau antarpulau lewat kereta api,” kata Arif, Rabu (16/1/2019).

Adapun, untuk pengembangan lanjutan Pelabuhan Tanjung Emas, pihaknya menemukan banyak kendala. Selain penurunan tanah yang mencapai 35 centimeter per tahun, juga masih terdapat lahan-lahan sengketa. Padahal Tanjung Emas merupakan pelabuhan terbesar di Jateng. Arif berharap segera ada alternatif untuk persoalan itu.

“Perlu alternatif pelabuhan, Sluke Rembang atau Jepara jadi pilihan tepat karena kontur bawah lautnya berupa koral. Tapi masih perlu koordinasi,” tuturnya.

Di sisi lain lanjut Arif, untuk pelabuhan Tanjung Intan Tegal, Pelindo III sedang mengerjakan pengerukan alur kapal, perbaikan dermaga dan membangun cold storage bekerja sama dengan nelayan dan pengusaha. Dengan pembangunan itu dia yakin perekonomian nelayan akan terdongkrak.

“Tegal saat ini masih Amdal [Analisis Mengenai Dampak Lingkungan]. Juni tahun ini selesai,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus mendorong terdongkraknya infrastruktur transportasi laut di provinsi ini. Harapannya sederhana, ketika orang masuk ke pelabuhan harus senang dan bahagia.

“Setelah bandara, tol dan kereta sekarang yang ditunggu adalah laut. Semuanya sudah bagus diperbaiki, sekarang tinggal di laut. Pelindo mau melakukan hal revolusioner apa di Jawa Tengah,” tegas Ganjar.

Dikatakan, saat ini Jawa Tengah tengah mengembangkan enam bandara, yakni Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Adi Soemarmo, Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, Bandara Ngloram Blora, Bandara Tunggul Wulung Cilacap dan Bandara Dewadaru Karimunjawa Jepara.

Sementara, untuk jalan tol telah terhubung dari Brebes hingga Sragen, dan saat ini tengah proses lelang tol Bawen-Yogyakarta. Sementara untuk jalur kereta api, reaktivasi bakal dilakukan pada jalur Purwokerto-Wonosobo serta rel Pantura. Ganjar pun menantang Arif melakukan hal revolusioner yang bisa dilakukan.

“Tanjung Emas itu kekecilan. Kalau dibesarkan bagaimana, harus dengan teknologi apa yang bisa dipakai? Mau melakukan apa di Semarang dan Tegal atau di manapun, kalau tidak revolusioner enggak usah. Mimpi saya, kalau orang ke pelabuhan senang dan bahagia, kayak orang tiba di bandara mau naik pesawat. Optimalkan itu,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis