BPS Catat Produk Mineral Dominasi Impor Jateng

Ilustrasi tumpukan peti kemas. (Bisnis.com)
16 Januari 2019 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik mencatat produk mineral masih mendominasi impor di Jateng selama Desember 2018 dengan kontribusi 38,36% sedangkan mesin dan pesawat mekanik 18,17%, serta tesktil 14,65%.  Adapun, nilai impor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada bulan Desember 2018 masing-masing sebesar US$325,36 juta, US$238,38 juta, dan US$163,69 juta.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono menuturkan, nilai impor Jawa Tengah bulan Desember 2018 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Impor Jateng Desember tercatat sebesar US$1.053,26 juta, turun 19,64% dibanding impor November yang senilai US$1.310,63 juta. 

Sentot menambahkan, penurunan nilai impor pada Desember 2018 itu disebabkan oleh turunya nilai impor komoditas migas maupun non migas. Impor komoditas migas Jawa Tengah bulan Desember 2018 mencapai US$320,98 juta, mengalami penurunan sebesar 22,74% dibanding impor migas November 2018 senilai US$415,44 juta.

"Sedangkan impor komoditas non migas mencapai angka US$732,28 juta, turun 18,20% dibanding impor non migas November 2018 US$8.95,20 juta," kata Sentot, (15/1/2019). 

Kendati demikian, lanjutnya, apabila dibanding periode Desember 2017 atau year on year, nilai impor Desember 2018 mengalami penurunan sebesar 15,42%, menjadi US$192,09 juta saja. Sedangkan, Impor kumulatif Januari-Desember 2018 mencapai US$14.778,86 juta naik 38,66% menjadi US$4.120,61 juta dari impor kumulatif Januari-Desember 2017 yang senilai US$10.658,25 juta. 

Dia menambahkan, negara pemasok barang impor terbesar ke Jawa Tengah selama periode Januari-Desember 2018 adalah Tiongkok, Arab Saudi, dan Nigeria dengan nilai impor kumulatif Januari-Desember 2018 masing masing sebesar US$4.175,05 juta, US$2.763,37 juta, dan US$1.013,79 juta. 

"Pangsa pasar ketiga negara tersebut mampu mencapai 53,81% terhadap total impor ke Jawa Tengah periode Januari-Desember 2018," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis