Sragen KLB DBD, Begini Reaksi Gubernur Jateng…

Ilustrasi nyamuk pembawa penyakit demam berdarah. (Solopos - Whisnupaksa)
16 Januari 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kasus demam berdarah dengue (DBD) mulai merebak di Jawa Tengah (Jateng) awal tahun 2019 ini. Bahkan salah satu kabupaten di Jateng, Sragen telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD menyusul ditemukannya 111 warga yang terjangkit DBD, di mana dua di antaranya meninggal dunia.

Meski demikian, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, belum menetapkan status KLB DBD. Ia memilih menunggu hasil survei yang dilakukan dinas kesehatan di berbagai daerah.

“Saya sudah perintahkan tadi Dinas Kesehatan segera melakukan survei ke beberapa tempat. Kalau nanti butuh tindakan khusus akan ada sejumlah penanganan,” ujar Ganjar saat meninjau pembangunan rest area ruas tol Brebes-Pemalang, Rabu (16/1/2019).

Ganjar menambahkan kasus DBD memang selalu terjadi saat musim penghujan seperti saat ini. Untuk itu, gerakan 3 M (menguras, menutup, dan mengubur) harus digiatkan lagi.

“Bupati dan wali kota saya minta  segera bergerak, kader kesehatan juga harus bergerak. Tapi, yang paling penting adalah rumah tangga, tolong genangan air, sampah, dan sebagainya mulai hari ini kita gerakkan resik-resik lingkungan,” ujar Ganjar.

Masyarakat, lanjut Ganjar, harus pro aktif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Upaya untuk memberantas nyamuk penyebab demam berdarah harus intensif dilakukan.

Terkait penanganan saat ini, Ganjar mengaku telah memerintahkan dinas kesehatan untuk melakukan survei ke tempat yang berpotensi jadi wabah DBD.

"Hari ini saya minta untuk didata seluruh Jateng dan dilaporkan ke kami secepatnya, nanti segera dapat diambil tindakan agar tidak banyak jatuh korban,” jelas Ganjar.

Kasus DBD di Sragen sejak 1-14 Januari 2019 memang tergolong tinggi. Selama dua pekan terakhir, telah ditemukan 111 kasus DBD dengan dua orang di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, telah menetapkan wilayahnya dengan status KLB DBD. Dia menyebutkan ratusan kasus DBD di Sragen di temukan di 19 kecamatan, yakni Kalijambe 5 kasus, Plupuh 1 kasus, Masaran 3 kasus, Kedawung 2 kasus, Gondang 1 kasus, Sambungmacan 3 kasus, Ngrampal 1 kasus, Sragen 2 kasus.

Kemudian, Karangmalang 2 kasus, Sidoharjo 6 kasus, Tanon 6 kasus, Gemolong 11 kasus, Miri 10 kasus, Sumberlawang 15 kasus, Mondokan 21 kasus, Sukodono 3 kasus, Gesi 2 kasus, Tangen 11 kasus, dan Jenar 6 kasus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya