Relawan Jokowi Sebar Luaskan Protes Keluarga Korban Bunuh Diri Grobogan terhadap Pidato Prabowo

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) didampingi calon wakil presiden Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan Pidato Kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1 - 2019). (Antara/Galih Pradipta)
18 Januari 2019 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Rekaman video yang memuat protes warga Grobogan, Jawa Tengah terhadap pidato calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto disebarluaskan melalui media sosial. Protes itu terkait dengan dikutipnya berita tentang warga Grobogan yang bunuh diri karena memiliki utang oleh Prabowo Subianto dalam Pidato Kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Keprihatinan Prabowo Subianto atas adanya warga Grobogan yang bunuh diri karena utang berbalik arah. Berita yang dikutip Prabowo dari media massa itu dinyatakan kubu lawan politiknya telah dibantah keluarga objek berita lebih dari setahun setelah diberitakan. Berita tentang Hardi, 56, yang memilih bunuh diri setelah terlilit utang itu dipublikaikan 6 Desember 2017 silam dan baru dibantah setelah dijadikan materi Pidato Kebangsaan oleh Prabowo.

Pidato politik Prabowo itu justru dijadikan amunisi politik kubu pendukung Jokowi dengan meletupkan kontroversi. Dalam keterangan yang diterima Kantor Berita Antara dari Sukarelawan Jokowi di Jakarta, Kamis (17/1/2019), disebutkan bahwa sebagai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto seringkali mengeluarkan pernyataan-pernyataan blunder pada masa kampanye Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Dalam pidato politiknya, Prabowo memang mengutip berita yang menyebutkan tentang Hardi, warga Desa Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang Desember 2017 silam memilih bunuh diri karena memiliki utang di bank. Namun, menurut Sukarelawan Jokowi, keluarga almarhum Hardi yang diwakili oleh istrinya, Supinah, membantah begitu mengetahui bahwa kisah pilu itu dikutip Prabowo sebagai materi pidato politiknya.

Menurut Sukarelawan Jokowi yang dipublikasikan Antara, Supinah yang mengaku resah atas pidato Prabowo itu. Ia, menurut Sukarelawan Jokowi, menyatakan keluarganya tidak hidup dalam kondisi kekurangan. Keluarga Hardi dan Supiah dinyatakan Sukarelawan Jokowi memiliki rumah dan kebun yang mampu menopang perekonomian keluarga.

“Kami memiliki kebun jati yang cukup luas, ditambah dengan ladang yang saat ini ditanam kacang. Belum lagi setiap tahun, kami masih bisa menyewa sawah setengah bahu. Jadi secara ekonomi, kami tidak merasa kekurangan,” jelas Supinah yang disebarluaskan Kantor Berita Antara ke seantero negeri.

Dalam berita asli yang dipublikasikan media massa terverifikasi Dewa Pers, keterangan bahwa alasan Hardi gantung diri adalah karena terjerat utang bank diperoleh Kapolsek Tawangharjo AKP Sudarsono berdasarkan keterangan keluarga. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara