Pemprov Jateng Rancang Jalur Baru di Fly Over Kretek Brebes

Gubernur Jawa Tengah meninjau Fly Over Kretek di Desa Taraban Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jateng, (Bisnis/Istimewa)
18 Januari 2019 12:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Musibah kecelakaan yang kerap terjadi di Fly Over Kretek, Desa Taraban Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mendapat perhatian serius Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pemprov Jateng merancang jalur baru di simpanfg susun tersebut.

Di sela-sela kunjungan kerja selama dua hari di Brebes, Gubernur Ganjar Pranowo menyempatkan diri untuk melihat secara langsung kondisi fly over yang baru difungsikan tahun 2017 lalu itu.

Menurut keterangan Rohmat, 43, warga sekitar fly over, sejak difungsikan 2017 lalu, sudah terjadi 30 kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut. Sebanyak 35 orang meninggal dunia akibat kecelakaan yang didominasi oleh truk bermuatan itu.

"Kami warga merasa sangat resah, kecelakaan terus saja terjadi. Kami minta solusinya pak," kata Rohmat dalam keterangan resmi, Kamis (17/1/2019).

Rohmat menerangkan, banyaknya kecelakaan karena truk bermuatan overload yang nekat melintas di fly over tersebut. Karena tidak bisa menahan beban, akhirnya mengalami kendala dan menyebabkan kecelakaan. "Mayoritas disebabkan oleh truk bermuatan overload," terangnya.

Akibat kejadian itu, pihaknya bersama warga pernah mendatangi Dirjen Perhubungan untuk mengoptimalkan Jembatan Timbang Ajibarang. Sebab menurutnya, meski ada peraturan truk overload tidak boleh lewat, namun kenyataannya masih ada yang mencuri dan lewat pada malam hari.

"Kami minta ada tindakan tegas dari pemerintah, ini demi kenyamanan warga," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerangkan, pembangunan fly over Kretek awalnya untuk mengurai kemacetan di lokasi tersebut. "Dulu di daerah sini macet parah, sehingga saya minta fly over ini satu tahun ke Presiden dan Menteri PU langsung dikasih. Adanya fly over ini menyelamatkan seluruh sistem transportasi yang ada, namun ternyata ada persoalan lain yang timbul," kata Ganjar.

Untuk itu pihaknya menegaskan sudah melakukan berbagai hal terkait solusi untuk mengurangi kecelakaan di Fly Over Kretek. "Akan buat jalur baru kendaraan berat nantinya tidak lewat atas (fly over). Desember sudah lelang tinggal penetapan, Senin besok kita rapatkan termasuk PT KAI kita minta dukunganya agar kita lebih cepat untuk menyelamatkan warga agar warga merasa aman," terangnya.

Selain pembuatan jalur baru tersebut, pihaknya lanjut Ganjar juga akan mengoptimalkan jembatan timbang di Ajibarang. Ia pun sempat mengecek jembatan timbang tersebut dan meminta petugas serius untuk melarang kendaraan overload melintasi Fly Over Kretek.

"Menurut keterangan warga, masih ada truk overload yang melintas. Saya minta dipasang CCTV sehingga dapat dideteksi dan diambil tindakan," tegasnya.

Tindakan represif lanjut Ganjar akan dilakukan untuk mengatasi sopir dan pengusaha nakal. Mereka yang nekat melintasi fly over dengan muatan overload, akan diberikan sanksi tegas. "Kalau perlu nanti akan kami cabut izin usahanya," ucapnya.

Tindakan tegas itu lanjut Politisi PDI Perjuangan tersebut perlu diambil karena ini berkaitan dengan nyawa dan kecelakaan yang selalu muncul di lokasi tersebut. "Saya minta kepada masyarakat, taati aturan, ikuti sesuai ketentuan, sehingga bisa mengurangi resiko dari kecelakaan," katanya.

Di lain sisi, Kabid Reservasi Direktorat Jenderal Bina Marga Balai VII, Birviq Ady S menerangkan, pihaknya berencana membangun jalan baru di bawah Fly Over Kretek. Jalan baru itu nantinya akan difungsikan untuk truk-truk bermuatan berat.

"Jadi nanti truk bermuatan berat tidak boleh lewat atas, tapi lewat jalan baru yang akan kami bangun," ucapnya.

Untuk proses pembangunan, sampai saat ini lanjut dia sudah berjalan. "Proses sudah berjalan, tinggal nunggu kontrak saja," ucapnya.

Seperti diketahui, sejak difungsikan terjadi puluhan kecelakaan di Fly Over Kretek Brebes. Akibat kecelakaan yang didominasi oleh truk bermuatan berat itu, puluhan warga menjadi korban.

Tingginya intensitas kecelakaan di lokasi tersebut juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diterjunkan ke lokasi tersebut melakukan investigasi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis