Rumah 5 Warga Jepara Direlokasi Gara-Gara Longsor

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengunjungi lokasi bencana tanah longsor di Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (17/1 - 2018). (Antara/Istimewa)
18 Januari 2019 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JEPARA — Lima rumah warga di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terdampak tanah longsor segera direlokasi karena berada di daerah rawan bencana tanah longsor susulan.

"Hasil komunikasi dengan para pemilik rumah terdampak tanah longsor di Desa Kunir, Kecamatan Keling, mereka akhirnya menyadari dan bersedia direlokasi," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Nor Isdiyanto di Jepara, Jawa Tengah, Kamis (17/1/2019).

Lokasi relokasi, kata dia, berada di desa yang sama, namun dipastikan di daerah aman dari bencana tanah longsor susulan pada masa mendatang. Tanah yang hendak ditempati, lanjut dia, merupakan tanah warga sendiri, sedangkan pembangunan rumah bakal dibantu pemerintah.

Terkait dengan rencana relokasi rumah mereka, kepala desa setempat juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi juga mengunjungi lokasi terjadinya longsor di Desa Kunir serta empat keluarga yang mengungsi. "BPBD Jepara juga diperintahkan untuk melakukan penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Hasil koordinasi sementara, katanya, penanganan yang akan dilakukan, yakni dengan memasang bambu di bagian bawah tebing yang longsor model terasering agar longsor susulan tidak kembali terjadi.

Selain itu, dibuat penguat dengan karung yang diisi tanah uruk. Jika terjadi longsor susulan, maka rumah warga serta tempat ibadah yang berada di atas tebing juga terancam.

"Pemerintah Desa Kunir juga mulai mempersiapkan bambunya untuk segera ditindaklanjuti, Jumat [18/1/2019]," ujarnya.

Keberadaan ekskavator milik Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jepara di lokasi bencana, kata dia, juga akan dimanfaatkan untuk mempermudah upaya penanganan sementara tersebut. Akibat tanah longsor tersebut, jalan utama di Dukuh Jehan, Desa Kunir juga tidak bisa dilalui kendaraan.

Bahkan, Kamis kemarin, terjadi lagi longsor susulan yang mengakibatkan tiga di antara lima rumah warga itu mengalami kerusakan secara bervariasi. Kelima rumah terdampak longsor itu, milik Paimah yang mengalami kerusakan 80%, Ciplok, Sutrisno, 40, Sarnoto, dan Salib.

BPBD Jepara juga mengirimkan kebutuhan logistik untuk empat keluarga yang mengungsi sementara di rumah warga setempat yang lebih aman.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Sumber : Antara