Di Magelang, Ketua Bawaslu Ajak Masyarakat Jadi Pemilih Rasional

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan Misbah memimpin pembacaan deklarasi tolak hoaks dan tolak politik uang di Magelang, Jateng. (Antara/Heru Suyitno)
22 Januari 2019 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan Misbah mengajak masyarakat menjadi pemilih yang rasional pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Yang ia maksudkan sebagai pemilih rasional adalah menjadi pemilih yang dapat menentukan pilihannya bukan karena politik uang.

"Pada 17 April 2019 mari datang ke TPS [tempat pemungutan suara] dan mencoblos bukan karena politik uang, tetapi karena tanggung jawab menentukan nasib bangsa Indonesia lima tahun ke depan harus lebih baik," katanya di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (20/1/2019). Ia menyampaikan hal tersebut dalam deklarasi tolak hoaks dan tolak politik uang pada kegiatan car-free day di Kota Magelang, Jawa Tengah yang diselenggarakan PWI, Mafindo, Polres, dan Pemkab Magelang.

Ia menuturkan jadilah pemilih yang rasional, pemilih yang tidak mudah terprovokasi hoaks, ujaran kebencian, informasi-informasi yang tidak benar. Menurut dia segala informasi jangan ditelan mentah-mentah, tetapi dikonfirmasi, dicek benar atau tidak.

"Masyarakat sebagai pemilih datang ke TPS bukan karena politik uang, bukan karena diiming-imingi sembako, bukan karena diiming-imingi hal-hal lain yang sifatnya masuk kategori politik uang," tuturnya.

Ia berharap dengan deklarasi ini Pemilu 2019 menjadi pemilu yang bermartabat dan pemilu yang punya integritas. “Ini semua ada di tangan bapak-ibu semua,” tegasnya.

Ia menegaskan agar warga tak lupa tanggal 17 april 2019 datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih, sekaligus mengawasi prosesnya tanpa politik uang. "Pelaksanaan Pemilu 2019 menjadi tanggung jawab kita semua, tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu saja, yakni KPU dan Bawaslu tetapi seluruh komponen masyarakat," ujarnya.

Ia menuturkan pertama memang menjadi tanggung jawab penyelenggara, yaitu KPU dan Bawaslu. Namun, imbuhnya, yang kedua adalah peran dari peserta pemilu itu sendiri, yaitu partai politik, para caleg, tim paslon, dan calon DPD.

"Kami berharap peserta pemilu taat dan patuh pada aturan main. Komponen ketiga adalah masyarakat atau pemilih. Pemilih inilah yang akan menentukan masa depan Indonesia lima tahun ke depan. Apakah kita akan mendapatkan pemimpin, anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota , DPD yang baik dan amanah itu tergantung dari masyarakat, tergantung bapak ibu semua yang mempunyai hakl pilih, yang punya otoritas menentukan pilihannya pada 17 April 2019," katanya.   

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara