20 Warga Kudus Idap DBD, Bupati ke Rumah Sakit

Bupati Kudus Muhammad Tamzil bersama Wabup Kudus Hartopo mengunjungi salah seorang pasien DBD di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/1 - 2019). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
22 Januari 2019 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Sedikitnya 20 warga Kabupaten Kudus secara bersamaan terjangkit penyakit demam berdarah dengue. Bupati Kudus Muhammad Tamzil dengan didampingi Wabup Kudus Hartopo serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Joko Dwi Putranto, Senin (21/1/2019), bergegas mengunjungi pasien pengidap DBD itu di Ruang Bugenvil RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah.

Di hadapan wartawan, ia mengajak warganya menjaga kebersihan lingkungan sekitar serta menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD) tersebut.  "Jumlah temuan kasus DBD sesuai laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus untuk sementara baru 20 kasus DBD," ujarnya.

Ia mengungkapkan data kasus DBD tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. Senyampang masih sedikit kasusnya, dia berharap, masyarakat menggalakkan program PSN. "Jika perlu DKK juga menyurati pemerintah desa di Kabupaten Kudus untuk menggelar PSN serempak," ujarnya.

Sepanjang kebersihan lingkungan tetap terjaga, dia optimistis, penyebaran virus DBD bisa dicegah.

Kabid Pelayanan RSUD Loekmono Hadi Kudus Aris Jukisno menambahkan untuk pasien DBD yang dirawat di RSUD selama bulan ini baru ada tujuh pasien. Ia menilai jumlah kasusnya masih sedikit dan masih bisa dikendalikan. Mayoritas pasien DBD, lanjut dia, merupakan anak-anak dan dengan jumlah kasus yang ada belum termasuk kasus luar biasa (KLB).

Atikah, salah satu keluarga pasien DBD di RSUD Loekmono Hadi Kudus mengakui anaknya terserang DBD sejak tanggal 16 Januari 2019. Setelah dipastikan terserang DBD, anaknya yang masih duduk di bangku kelas II SD itu akhirnya harus menjalani rawat inap.

Anik Nurmaila, keluarga pasien DBD lainnya mengungkapkan anaknya bernama Abdul Basit yang masih duduk di bangku kelas II SD awalnya divonis tipes, kemudian dilakukan tes darah ulang diketahui terserang DBD.

Dokter spesialis anak Abdul Hakam menambahkan untuk mencegah penularan penyakit DBD tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, melainkan pola hidup sehat juga harus dijaga agar daya tahan tubuh tetap terjaga. "Ketika daya tahan tubuh sedang turun, biasanya mudah terserang penyakit, salah satunya DBD," ujarnya.

Serangan nyamuk pembawa virus DBD, kata dia, biasanya terjadi antar pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara