Kapal Jepara-Karimunjawa Dilarang Berlayar

Kapal Motor Penumpang Siginjai bersandar di Pelabuhan Jepara, Jawa Tengah. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
22 Januari 2019 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JEPARA — Kapal motor penumpang yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jepara menuju Pulau Karimunjawa menghentikan operasi seiring terbitnya larangan berlayar akibat tingginya gelombang laut.

"Saat ini, kapal motor penumpang berada di Karimunjawa karena Senin [21/1/2019] berangkat dari Pelabuhan Jepara menuju Karimunjawa," ungkap Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Jepara Suroto di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (22/1/2019).

Karena Selasa ini gelombang di laut Jepara mencapai dua meteran, maka kapal yang sedang sandar di Karimunkawa itu tidak bisa berangkat. Informasinya, lanjut dia, kondisi tersebut bakal berlangsung hingga Rabu (23/1/2019) sehingga wisatawan yang berwisata ke Karimunjawa juga harus bersabar untuk kembali.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa, Senin (21/1/2019), hanya sedikit. Kapal motor penumpang yang melayani pelayaran pada hari itu, menurutnya, hanya memuat 73 penumpang. "Puluhan penumpang tersebut termasuk warga lokal Karimunjawa, Jepara," terangnya.

Larangan berlayar karena gelombang laut yang tinggi itu, kata dia, bukan hanya berlaku untuk kapal penumpang, melainkan juga kapal nelayan. Wisatawan yang tertahan di Karimunjawa karena tidak bisa pulang dengan kapal, kini tersedia transportasi udara dengan rute Karimunjawa-Semarang.

Meskipun gelombang tinggi yang mengakibatkan kapal tidak bisa berlayar selama beberapa hari pada akhir Desember 2018 lalu, tidak menyurutkan niat wisatawan pulang dengan naik kapal. Pasalnya, tarif kapal jauh lebih murah daripada pesawat udara.

Hal tersebut, sambungnya, juga terlihat ketika cuaca mulai normal maka jumlah penumpang yang naik kapal dari Karimunjawa menuju Jepara didominasi wisatawan. Wisatawan yang berlibur ke Karimunjawa pada bulan Desember, Januari, dan Februari harus siap dengan konsekuensi karena bertepatan dengan musim baratan yang ditandai gelombang tinggi. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara