1.892 Ha Tanaman Padi di Purworejo Terendam Banjir

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Purworejo Bambang Jati Asmara. (Antara/Heru Suyitno)
23 Januari 2019 21:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOREJO — Sedikitnya 1.892 ha tanaman padi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terdampak banjir yang terjadi pekan lalu. Bencana alam itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Purworejo Bambang Jati Asmara, Rabu (23/1/2019).

Bambang mengungkapkan tanaman padi yang terendam banjir tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Butuh, Pituruh dan Grabag. "Paling banyak di Kecamatan Grabag karena memang aliran sungai mengarah ke daerah tersebut," katanya.

Usia tanaman padi yang terendam banjir itu berbeda-beda, namun rata-rata usia satu bulan. Belum diketahui berapa kerugian akibat sawah terendam air bah tersebut. Namun, ia memastikan tanaman padi yang berusia di bawah satu bulan kemungkinan rusak jika tergenang air terlalu lama.

"Kalau seluruh tanaman terendam air lebih lima hari tanaman padi bisa rusak, tetapi kalau air cepat surut masih bisa terselamatkan. Begitu juga tanaman yang pucuknya tidak terendam air masih bisa hidup," katanya.

Ia mengakui sudah ada satu desa yang tanaman padinya rusak dan minta bantuan benih ke DP2KP. Diakuinya, dalam kondisi bencana seperti ini, ada cadangan benih nasional yang disediakan pemerintah. Meski demikian untuk pengusulannya harus meminta kepada pemerintah provinsi sehingga perlu waktu.

"Kalau dari dinas tidak ada stok benih cadangan, namun data tanaman terdampak banjir tersebut sudah kami sampaikan ke provinsi dan juga ke sekda Purworejo apakah bisa menggunakan dana belanja tidak terduga untuk pembelian benih," katanya.

Berbeda dengan BPBD yang dialokasikan belanja bencana, maka Dinas Pertanian tidak tersedia alokasi anggaran semacam itu. Dana bantuan biasanya langsung ditangani bupati. "Dalam waktu dekat kami akan menanggulangi kerusakan itu, tetapi kami tetap mengusulkan ke provinsi dengan menarik cadangan benih nasional," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara