BPN Prabowo-Sandi Jateng Tuntut Pengusutan Tabloid Indonesia Barokah

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo/Sandi Wilayah Jawa Tengah Abdul Wachid. (Antara/Wisnu Adhi)
24 Januari 2019 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Wilayah Jawa Tengah mendesak aparat berwenang mengusut tuntas Tabloid Indonesia Barokah karena telah merugikan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019.

"Tabloid ini provokatif, mengujar kebencian, mengadu domba umat sehingga berbahaya kalau dibiarkan, harus diselidiki, dan ditemukan siapa pembuatnya," kata Ketua BPN Prabowo-Sandi Jateng Abdul Wachid saat ditemui di Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Tengah di Kota Semarang, Kamis (24/1/2019).

Menurut dia, jajaran KPU-Bawaslu maupun kepolisian jika serius menangani ini sebenarnya bisa dengan mudah mengetahui pihak yang mengirimkan secara masif Tabloid Indonesia Barokah melalui pos ke seluruh wilayah Jateng. Yakni, menurut dia dengan melacak identitas pengirim serta lokasi pengiriman awal.

Meski segalanya mestinya mudah dilakukan aparat, pria yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jateng itu tak mudah mencurigai kubu lawan politik berada di balik kasus peredaran Tabloid Indonesia Barokah yang hampir merata di seluruh kabupaten/kota di Jateng itu. "Kami tidak mau mencurigai kubu sebelah, tapi yang jelas ini meresahkan masyarakat sehingga yang membuat harus diadili agar konstelasi politik tetap adem," ujarnya.

Terkait dengan tindakan selanjutnya, BPN Prabowo-Sandi Jateng berencana melaporkan kasus peredaran Tabloid Indonesia Barokah itu ke KPU, Bawaslu, dan Polri. "Hari ini tim advokasi kami terus mencari barang bukti di daerah-daerah seperti Cilacap dan Banyumas," katanya.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro menambahkan pihak Polri mestinya bersikap proaktif dalam menangani kasus peredaran Tabloid Indonesia Barokah agar tuntas dan tidak terulang. Aparat yang diamanati menegakkan keamanan negara itu mestinya tak perlu lagi menunggu pengaduan masyarakat.

Sebelumnya, Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Rofiuddin mengungkapkan ada temuan tabloid berisi berita-berita yang merugikan pasangan calon tertentu damn menguntungkan pasangan calon lainnya dalam Pilpes 2019 di seluruh wilayah Jateng. "Tabloid Indonesia Barokah ini kalau dilihat ada berita yang arahnya bercampur opini dan juga ada semacam permainan framing sehingga menguntungkan atau merugikan capres tertentu," ujarnya.

Ia menyebutkan Tabloid Indonesia Barokah itu ditemukan di masjid-masjid, seperti wilayah Kabupaten Blora, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Magelang. Rata-rata tiap masjid mendapat kiriman tiga eksemplar Tabloid Indonesia Barokah yang dibungkus amplop warna cokelat dengan alamat pengirim berada di Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.

Pada halaman pertama Tabloid Indonesia Barokah itu tertulis judul Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?. Kemudian di kolom liputan khusus ada berita berjudul Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik? dengan karikatur wajah Ratna Sarumpet, Fadli Zon, Sandiaga Uno, dan Prabowo Subianto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara