Iklim Usaha Bagus, Semarang Optimistis Penuhi Target Investasi 2019

Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki (kedua dari kanan), menghadiri acara peletakan batu pertama proyek The Park Semarang di Jl. Madukoro Raya, Kota Semarang, Kamis (24/1 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
25 Januari 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menargetkan meraih investasi sekitar Rp20,5 triliun pada 2019 nanti. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki, mengaku optimistis target itu terpenuhi, menyusul realisasi nilai investasi Kota Semarang pada 2018 yang mencapai Rp27,5 triliun atau  57% di atas target yang telah ditetapkan, yakni Rp17,5 triliun.

“Kalau melihat pencapaian tahun lalu, kami tentu optimistis bisa memenuhi target tahun ini. Apalagi, iklim investasi di Semarang terus mengalami perbaikan,” ujar Ulfi kepada wartawan di Semarang, Kamis (24/1/2019).

Ulfi menyebutkan investasi di Kota Semarang memang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2016, nilai investasi Kota Semarang hanya berkisar di angka Rp19,5 triliun, lalu meningkat menjadi Rp20,5 triliun pada 2017 dan naik lagi di angka Rp27,5 triliun pada 2018.

Dari investasi sebanyak itu, mayoritas berasal dari investor di bidang properti, seperti perumahan, perhotelan, maupun apartemen.

“Kontribusi paling banyak untuk investasi di 2018 dari bidang properti, lalu  dari sektor industri,” ujar Ufi.

Nilai investasi yang melebihi target, lanjut Ulfi, tak terlepas dari pembangunan pesat yang terjadi di Kota Semarang, khususnya infrastruktur, seperti tol dan Bandara Ahmad Yani. Terlebih lagi setelah tol Trans Jawa yang menghubungkan Semarang dengan kota-kota besar di Tanah Air terhubung.

Kondisi itu pun membuat investor atau pengusaha dari luar kota semakin tertarik menamankan modalnya di Kota Semarang. Apalagi, Pemkot Semarang juga telah menerapkan e-government dan reformasi birokrasi yang membuat perizinan usaha menjadi lebih mudah.

“Perizinan usaha di Kota Semarang ini juga cukup mudah, biayanya rendah, ada kepastian hukumnya. Selain itu, informasi yang diperoleh sebagai smart city juga mudah. Faktor-faktor inilah yang membuat iklim investasi di Kota Semarang semakin membaik,” imbuh Ulfi.

Sementara itu, salah satu pelaku industri dari Jakarta, Teges Prita Soraya, mengaku mendapat kemudahan dalam mengurus perizinan usaha di Kota Semarang. Hal itu pun membuat perusahaannya tak tak ragu menanamkam investasi di Kota Semarang, dengan membangun sebuah mal di kawasan Jl. Madukoro Raya.

“Yang penting itu perizinan dipermudah. Kami sebagai pengusaha, kalau izin belum keluar juga enggak mau memulai proyek. Padahal, kami kan kerja dikejar deadline,” ujar Teges.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya