Kecam Remisi Jokowi ke Pembunuh Wartawan, AJI Semarang Gelar Aksi di Jl. Pahlawan

Ilustrasi aksi demo AJI Semarang. (Semarangpos.com/AJI Semarang)
25 Januari 2019 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang turut mengecam keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang memberikan remisi kepada I Nyoman Susrama, otak pembunuhan wartawan Radar Bali Jawa Pos Grup, A.A. Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Kekecewaan itu akan disampaikan dalam aksi demonstrasi berupa pertunjukan teater dan penandatanganan petisi di tugu air mancur Jl. Pemuda, Kota Semarang, Jumat (25/1/2019).

“AJI Semarang menilai pemberian remisi itu sebagai langkah mundur terhadap penegakan kemerdekaan pers. Pemberian remisi dari seumur hidup menjadi 20 tahun bisa melemahkan penegakan kemerdekaan pers karena setelah menerima remisi bukan tidak mungkin nanti mendapat pembebasan bersyarat,” ujar anggota Divisi Advokasi AJI Semarang, Aris Mulyawan, dalam keterangan resmi.

Aris menambahkan pemberian remisi itu mengingkari proses pengungkapan kasus pembunuhan wartawan di Bali pada 2010. Padahal, kasus itu menjadi tonggak penegakan kemerdekaan pers di Indonesia karena sebelumnya tidak ada kasus kekerasan terhadap jurnalis yang diungkap secara tuntas, apalagi dihukum berat.

“Atas dasar itu, kami dari AJI Semarang mengajak kawan-kawan jurnalis, pers mahasiswa, aktivis hukum, dan masyarakat luas untuk mengikuti aksi itu,” imbuh Aris.

Aksi demonstrasi jurnalis mengecam pemberian remisi oleh Jokowi terhadap I Nyoman Suasrama itu akan digelar mulai pukul 09.00 WIB.

Selain menggelar aksi demonstrasi berupa pertunjukan teater, AJI Semarang juga mengajak peserta untuk menandatangani dan menyebarluaskan petisi desakan pembatalan pemberian remisi. Petisi itu telah dibuat AJI pusat pada Rabu (23/1/2019).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya