2.000 Ha Tanaman Padi di Cilacap Kebanjiran

Ilustrasi banjir area persawahan di Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap yang baru ditanami padi dengan usia 15/30 hari terendam banjir setelah tanam. (Antara/Sumarwoto)
25 Januari 2019 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, CILACAP — Sekitar 2.000 ha tanaman padi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terdampak banjir yang terjadi pada pertengahan bulan Januari. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Erma Syahyuni, Kamis (24/1/2019).

"Tanaman padi di area persawahan seluas 2.000-an ha yang terendam banjir itu berusia sekitar dua minggu hingga satu bulan setelah tanam," katanya. Akan tetapi berdasarkan laporan dari petugas di lapangan hingga Kamis, kata dia, dari luas tanaman padi tersebut belum ada yang dilaporkan puso karena genangan airnya sudah mulai surut.

Ia mengatakan ribuan hektare tanaman padi tersebut tergenang banjir selama empat hingga lima hari. "Semoga tanamannya masih bisa bertahan sehingga tidak sampai puso karena genangannya sudah mulai surut," katanya.

Kendati hingga saat sekarang belum ada laporan terkait dengan tanaman padi yang puso, dia mengatakan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap siap mengusulkan kepada Kementerian Pertanian agar petani yang tanamannya puso bisa mendapatkan bantuan benih sehingga mereka dapat menanam ulang.

Lebih lanjut, Erma mengatakan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap sebenarnya sudah menyarankan petani yang sawahnya berada di daerah rawan banjir untuk mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP). "Tapi kelihatannya petani masih ada yang mau melaksanakan, ada yang belum berminat," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, luasan sawah yang sudah diikutsertakan dalam program AUTP masih di bawah 1.000 ha. Seperti diwartakan, sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap tergenang banjir akibat hujan lebat yang terjadi pada tanggal 16 Januari 2019.

Banjir tersebut tidak hanya menggenangi permukiman juga merendam area persawahan yang baru ditanami padi dengan usia tanaman berkisar 15-30 hari setelah tanam. Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga tanggal 30 Januari 2019 sehingga warga yang bermukim di daerah rawan banjir diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara