Pencurian Besi Penutup Saluran Air Kota Lama Dikoordinasikan dengan Polisi Semarang

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang juga ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Semarang di kawasan Kota Lama Semarang, Jateng, Senin (7/1 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
27 Januari 2019 06:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kasus pencurian besi penutup saluran air di kawasan Kota Lama Semarang telah dikoordinasikan dengan polisi. Klaim itu dikemukakan ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Semarang yang juga Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/1/2019).

BP2KL Semarang mencatat setidaknya terdapat enam gril besi penutup saluran air di kawasan cagar budaya itu yang hilang dicuri orang tak bertanggung jawab. Peristiwa itu, kata Hevearita Gunaryanti Rahayu, juga sudah dikoordinasikan dengan pelaksana proyek revitalisasi Kota Lama. Pelaksana proyek, katanya, sudah diperintahkan untuk membuat laporan resmi ke polisi.

Selain gril penutup saluran air, kata dia lagi, besi besar penutup selokan yang biasa disebut dengan manhole juga hilang dicuri. Ke depan, kata dia, akan diusulkan untuk mengganti manhole tersebut dengan penutup yang terbuat dari batu andesit sehingga tidak laku dijual jika dicuri.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi prihatin dengan vandalisme di kawasan Kota Lama Semarang yang belum lama sebagian kawasannya telah selesai direvitalisasi. Hendrar mengatakan, vandalisme berupa pencurian besi penutup saluran air di kawasan Kota Lama ini bahkan terekam CCTV. Dalam rekaman CCTV terlihat seseorang mengambil besi penutup saluran air di kawasan Kota Lama dengan menggunakan becak untuk mengangkutnya.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara AKP Supriadi mengatakan sudah ada laporan resmi yang masuk ke polisi berkaitan dengan pencurian besi penutup saluran air itu. Tindak pidana itu, lanjut dia, dilaporkan perusahaan pelaksana proyek revitalisasi Kota Lama. "Pelapor sudah dimintai keterangan, termasuk pemeriksaan ke lokasi," katanya lagi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara