Gubernur Jateng Pastikan SMAN 1 Tegal Tak Digusur

Perwakilan Ikatan Alumni SMA 1 Kota Tegal menemui Gubernur Ganjar Pranowo untuk mengadukan permasalahan sengketa kepemilikan aset SMAN 1 Kota Tegal dengan PT Kereta Api Indonesia. (Bisnis/Istimewa)
29 Januari 2019 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan tidak akan ada penggusuran lokasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Tegal meskipun Pengadilan Tata Usaha Negara telah memutuskan bahwa bidang tanah tersebut milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Gubernur Ganjar Pranowo menegaskan akan bertanggung jawab penuh atas sekolah yang sudah berdiri sejak 1958 itu. Ia menjamin kegiatan belajar dan mengajar di sekolah itu akan tidak terganggu dengan permasalahan yang kini dihadapi, yakni terkait sengketa kepemilikan aset dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo saat menemui perwakilan Ikatan Alumni SMAN 1 Tegal (Ikasma) di ruang kerja Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (28/1/2019). Di hadapan para alumnus itu, Ganjar menegaskan bahwa sengketa aset dengan PT KAI tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah itu.

"Saya bertanggung jawab penuh atas persoalan ini. Para alumni, siswa, guru dan orang tua murid tidak usah khawatir, saya pastikan kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Tegal tetap berjalan," kata Ganjar dalam keterangan resmi yang dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Dalam pertemuan itu, para alumni menyampaikan kekhawatiran mereka bahwa SMAN 1 Tegal akan digusur oleh PT KAI setelah PT KAI memenangi gugatan atas hak kepemilikan aset di lokasi tersebut. Awalnya, PT KAI mengajukan gugatan atas penerbitan sertifikat hak pakai sekolah tersebut ke PTUN Semarang pada 2017 lalu. Dari gugatan itu, PT KAI menang. Proses hukum kemudian berlanjut ke tingkat banding dan kasasi yang tetap dimenangi PT KAI.

Atas kemenangan itu, aset sekolah seluas 6.890 m2 tersebut kini sah milik PT KAI. "Para alumni resah takut sekolahnya digusur. Saya pastikan tidak [digusur], saya bertanggung jawab penuh," tegas Ganjar.

Beberapa skenario, lanjut dia, telah disiapkan untuk mengatasi persoalan tersebut. Di antaranya akan bertemu dengan direksi PT KAI dan berusaha meminta aset tersebut untuk tetap digunakan sebagai sekolah.

"Atau skenario lain apakah asetnya kita beli, atau meminta untuk hak pakai. Tapi prinsipnya, kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Tegal harus tetap berjalan dan saya memastikan itu," terangnya.

Kasus SMAN 1 Tegal itu, lanjut Ganjar, harus menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Tengah khususnya SMA/SMK dan SLB untuk memperhatikan soal aset. Bahwa penyerahan aset lanjut Politisi PDI Perjuangan itu harus dilakukan secara lengkap dan benar.

"Ini jadi pembelajaran bagi semuanya, Kepala Sekolah saya minta untuk segera melakukan penyerahan aset secara benar dan baik, sehingga nantinya permasalahan semacam ini tidak terjadi lagi," katanya.

Sementara itu, salah seorang alumni SMAN 1 Tegal, Suparmo Ali mengaku senang dengan kepastian bahwa Ganjar memastikan sekolah tempatnya belajar dulu akan tetap bertahan. "Saya senang dengan jawaban Bapak Gubernur yang memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah kami tetap berjalan. Bagaimanapun, sekolah itu harus tetap berdiri karena memiliki nilai sejarah tinggi. Sudah banyak lulusan SMAN 1 Tegal yang menjadi tokoh nasional dan orang sukses di Indonesia," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis