Jateng Darurat Narkoba, DPRD Siapkan Perda

Kepala BNN Provinsi Jateng, Brigjen Pol. Muhammad Nur (kedua dari kiri), berbincang dengan Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi, di sela acara diskusi terkait pemberantasan narkoba di Hotel Noormans, Kota Semarang, Selasa (29/1 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
29 Januari 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Lembaga legislatif Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berniat menerbitkan peraturan daerah (perda) tentang anti-narkoba. Dengan perda itu, diharapkan upaya penegak hukum akan lebih masif dalam melakukan pemberantasan penyalagunaan narkoba di wilayah Jateng.

“Sudah, perdanya sudah kita siapkan. Tinggal akan kita lakukan pembahasan. Dengan perda ini, diharap upaya Jateng menuju ke arah bebas narkoba bisa lebih menggigit,” ujar Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi, seusai menghadiri acara diskusi bertajuk Wujudkan Jateng Bebas Narkoba di Hotel Noormans di Kota Senarang, Sekasa (29/1/2019).

Rukma juga berharap perda itu nantinya bisa menjadi pelengkap produk hukum lainnya yang mengatur tentang pemberantasan narkoba, seperti UU No.35 Tahun 2009.

“Dengan perda ini diharapkan kita nanti bisa lebih bersinergi dengan aparat penegak hukum, seperti BNN maupun kepolisian. Karena, untuk memberantas penyalahgunaan narkoba itu dibutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah,” imbuh politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, Brigjen Pol. Muhammad Nur, mengapresiasi langkah DPRD Jateng yang akan menerbitkan produk hukum terkait pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Terlebih lagi, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jateng sudah terbilang darurat.

“Presiden Jokowi sendiri yang bilang kalau Indonesia sudah darurat narkoba. Di semua wilayah sudah berstatus darurat, termasuk di Jateng,” ujar Nur.

Nur menambahkan saat ini tingkat prevalensi pengguna narkoba di Jateng mencapai 1,16% dari total populasi penduduk yang mencapai sekitar 34,26 juta jiwa. Dengan kata lain ada sekitar 397.416 orang penduduk Jateng yang mengonsumsi narkoba.

“Jumlah itu terbilang tinggi. Rata-rata pengguna merupakan kalangan usia produktif. Sekitar 50%-nya,” jelas Nur.

Nur berharap dengan perda anti-narkoba itu, Pemprov Jateng akan lebih serius menanggani pemberantasan narkoba. Salah satunya dengan memasukkan pengetahuan tentang bahaya narkoba dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

“Seperti Jawa Timur [Jatim] yang sudah memasukan pengetahuan narkoba sebagai mulok [muatan lokal] di sekolah. Melalui perda ini, Jateng juga bisa,” imbuh Nur.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya