Angka Kecelakaan Kerja di Jateng Turun 48%

Kepala Disnakertrans Jateng, Wika Bintang, saat memberikan sambutan pada upacara peringatan Bulan K3 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Selasa (29/1 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
30 Januari 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semaranngpos.com, SEMARANG - Angka kecelakaan kerja di Jawa Tengah (Jateng) mengalami penurunan cukup signifikan sepanjang 2018. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng menyebutkan sepanjang 2018 tercatat ada 1.468 kasus kecelakaan kerja. Jumlah ini menurun sekitar 48% jika dibandingkan kasus kecelakaan kerja yang terjadi pada 2017, yakni 3.083 kasus.

"Meski demikian, penurunan ini tidak membuat kita berpuas diri. Kemandirian masyarakat dalam berbudaya K3 [Keselamatan dan Kesehatan Kerja] masih memerlukan kerja keras. Peran aktif dan kerja kolektif dari semua elemen diperlukan untuk mewujudkan cita-cita itu," ujar Kepala Disnakertrans Jateng, Wika Bintang, saat upacara peringatan Bulan K3 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Selasa (29/1/2019).

Wika menambahkan penurunan kasus kecelakaan kerja itu tak terlepas dari tren masyaralat yang mulai sadar tentang K3. Dunia kerja saat ini juga sedang berlomba menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan sejahtera serta terbebas dari kecelakaan dan penyakit.

"Budaya K3 akan terus kami gerakkan baik kepada para pekerja, asosiasi buruh, pengusaha, manajemen perusahaan dan masyarakat. Semua harus terlibat dan bertanggungjawab untuk mendorong terwujudnya budaya K3 ini," imbuh perempuan berjilbab itu.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meminta semua elemen untuk peduli dalam upaya menekan angka kecelakaan kerja. Tidak hanya para pekerja sendiri, asosiasi buruh dan pekerja, pengusaha, manajemen perusahaan dan masyarakat juga harus ikut bergerak untuk melakukan sosialisasi pentingnya K3.

"Saya meminta semua elemen dunia kerja makin sadar dan berbudaya K3. Semua harus gencar melakukan sosialisasi, memberikan pelatihan dan pengusaha melengkapi peralatan sehingga para pekerja terhindar dari cidera, meninggal atau terjangkit penyakit berbahaya," ucap Ganjar.

Dengan budaya K3, Ganjar menilai dunia kerja akan berlangsung aman, nyaman, dan produktif. lanjut Politisi PDI Perjuangan itu, maka dunia kerja akan berlangsung aman, nyaman dan produktif.

"Tentu seandainya masih terjadi kecelakaan kerja, ada BPJS Ketenagakerjaan yang mem-backup. Namun sebisa mungkin hal itu tidak terjadi," tambah Ganjar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya