15 Halte BRT Trans Semarang Dilengkapi CCTV

Penampakan aktivitas penumpang di salah satu selter BRT Trans Semarang yang terlihat melalui CCTV, Selasa (29/1 - 2019). (Semarangpos.com/BLU UPTD Trans Semarang)
30 Januari 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Trans Semarang memasang kamera closed circuit television (CCTV) di 15 halte atau selter bus rapid transit (BRT) sepanjang Januari 2019. Pemasangan CCTV itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan sekaligus pengawasan terhadap pelanggan.

Ke-15 halte yang dipasang CCTV itu, yakni Terminal Mangkang, halte yang berdekatan dengan kampus Unnes, RS Elizabeth, dua halte di Balai Kota Semarang, Terminal Sisemut, Stasiun Tawang, Undip,  selter Pelabuhan Tanjung Emas, selter Ksatrian di Jl. Pamularsih, selter dekat kompleks sekolahan Terang Bangsa, Terminal Cangkringan, Terminal Penggaron, dan dua halte di kawasan Simpang Lima.

“CCTV yang terpasang itu berfungsi melakukan pantauan kepadatan penumpang. Selain itu, CCTV juga bisa digunakan untuk mengawasi kinerja karyawan dan juga bisa membantu penumpang yang kehilangan barang,” ujar Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bakti, dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Selasa (29/1/2019).

Ade menyebutkan pemasangan CCTV di selter BRT Trans Semarang sebenarnya sudah digalakkan sejak dulu. Bahkan pada November 2018, CCTV yang terpasang di halte kawasan Pelabuhan Semarang mampu merekam adanya tindak pencurian.

Sementara itu terkait pelayanan selama 2018, Ade mengaku menerima 756 keluhan dan saran dari penumpang terkait pelayanan BRT Trans Semarang.

Keluhan dan saran tersebut diteima baik melalui call center 1 5000 94, media sosial seperti WhatsApp, Instragram, Twitter, Facebook, SMS, dan  Lapor Hendi.

Keluhan dan saran yang masuk dibagi dalam beberapa kelompok, seperti armada tidak merapat ke selter, pelayanan sopir, kondisi bus, kondisi selter, waktu kedatangan, pelayanan petugas tiket, complain rute, permintaan penambahan selter dan halte, hingga penambahan rute.

 “Keluhan dan saran yang diberikan itu memotivasi kami untuk terus berbenah,” ujar Ade.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya