Dompet Dhuafa Kirim Tim Berperahu Karet ke Pekalongan

Ilustrasi tim SAR mengevakuasi warga korban terdampak banjir menggunakan perahu karet. (Antara/Abriawan Abhe)
30 Januari 2019 04:50 WIB Putri Salsabila Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Hujan yang terjadi Minggu 27/1/2019) dini hari dengan curah hujan rata-rata 30 cm-100 cm mengakibatkan wilayah Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan Timur dan sebagian wilayah Pekalongan Selatan terendam banjir hingga Selasa ( 29/1/2019). Tim Dompet Dhuafa Jawa Tengah sigap merespon bencana alam tersebut dengan mengirimkan tim berperahu karet.

"DD Jateng bersama PBMTI [Persatuan Baitul Maal wa Tamwil Indonesia] MPD Pekalongan merespons banjir yang menggenang hampir seluruh wilayah Pekalongan dengan menurunkan tim dan perahu karet. Aktivitas yang dilakukan adalah pembuatan dapur umum, serta distribusi logistik kepada penyintas, baik yang berada di pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah-rumah mereka." ucap Satria, pimpinan cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah.

Ratusan warga terpaksa dievakuasi ke beberapa titik aman. Sebagian mereka mengungsi di Kantor Pemerintah Kecamatan Pekalongan Utara. Sebagian lainnya mengungsi di sanak keluarga yang tidak kebanjiran dan rumah ibadah yang aman. Dampaknya, ribuan rumah, perkampungan warga, akses jalan, sarana umum terendam .

Merespons banjir tersebut, Dompet Dhuafa (DD) Cabang Jawa Tengah telah menurunkan bantuan  untuk para korban banjir. Bersama pihak terkait di Pekalongan, tim DD Jawa Tengah terus melakukan koordinasi. Terdapat enam kelurahan di Pekalongan Utara yang terdampak. Wilayah itu antara lain Kelurahan Panjang Wetan, Kelurahan Kandang Panjang, Kelurahan Bandengan, Keluraha Padukuhan Kraton, Kelurahan Krapyak, dan Kelurahan Degayu.

Selain di wilayah Pekalongan, Tim Dompet Dhuafa Jawa tengah dan PBMTI juga membagikan kurang lebih 200 nasi bungkus di Desa Denasri, Kecamatan Denasri, Kabupaten Batang. Kondisi tersebut mengakibatkan berbagai sektor kehidupan masyarakat terganggu. Jalur pantai utara (pantura) Pulau Jawa yang terkenal jalur padat arus lalu lintas menjadi terganggu karena jalan tertutup banjir. Puluhan sekolah juga terpaksa diliburkan. Ruang belajar terendam banjir dan beberapa alat belajar juga rusak. Masyarakat terpaksa mengungsi menunggu situasi untuk diperbaiki  kembali dapat melanjutkan aktivitas seperti semula.

Banjir yang menggenangi wilayah Pekalongan mengakibatkan 4.000 warga harus mengungsi. Dalam merespons kondisi itu, Tim Dompet Dhuafa jawa Tengah memberikan bantuan dan menurunkan perahu karet untuk mempermudah memberikan bantuan serta evakuasi warga. Bantuan tersebut berupa beras, minyak goreng, serta beberapa kebutuhan sembako di beberapa titik posko pengungsian sekaligus dapur umum di wilayah perumahan.

Bantuan juga disalurkan ke beberapa posko oleh Tim Dompet Dhuafa, antara lain ke Posko Desa Krapyak Lor. “Kami ucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang telah diberikan oleh Dompet Dhuafa dan juga PBMTI kepada masyarakat disini,” ucap Eko, yang bertindak sebagai penanggung jawab Pos Pengungsian di wilayah Perumahan Limas.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya