Ngaku Tak Punya Beras, Ganjar Pergoki Korban Banjir Batang Masak Nasi Goreng

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berdialog dengan warga di lokasi banjir di Batang, Rabu (30/1 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
31 Januari 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Masih ada saja orang yang mencari keuntungan di tengah bencana. Setidaknya fenomena itu yang ditemukan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, saat meninjau lokasi bencana banjir di Desa Karangasem Utara, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Rabu (30/1/2019).

Saat tengah menijau lokasi, Ganjar mendapat aduan dari seorang warga yang mengaku tidak memiliki beras karena hanyut dibawa banjir. Namun saat didatangi ke rumahnya, Ganjar menemukan warga tersebut menyimpan nasi goreng yang tersaji di atas penggorengan.

"Lha ini ada nasi goreng, kok bilang ndak punya nasi untuk dimakan, kok bilang belum makan. Ini kan masih bisa dimakan untuk keluarga. Tolong jujur, jangan mendramatisasi saat bencana seperti ini,” ujar Ganjar dalam keterangan resmi.

Ganjar menilai kejujuran sangat penting dalam kondisi bencana. Dengan kejujuran, masyarakat akan tangguh dalam menghadapi bencana dan tidak hanya diam berpangku tangan mengharapkan bantuan.

“Setiap bencana pasti semua butuh bantuan, tapi bantuan jangan sampai dijadikan satu persoalan sehingga semua berteriak saya belum, prinsipnya pemerintah siap. Kalau masih bisa bergerak, masih bisa obah lan mamah, kita harus mengatakan kita mampu," kata Ganjar.

Ganjar datang ke lokasi banjir ditemani Bupati Batang, Wihaji, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto, dan jajaran Muspida setempat. Tak hanya meninjau lokasi bencana, orang nomor satu dalam jajaran Pemprov Jateng itu juga mendengar keluhan para korban.

"Banjirnya dalam pak, kemarin-kemarin tinggi air sampai sedada. Basah semua pak tidak ada yang bisa diselamatkan,” kata seorang warga, Surti, 60.

Meski sekarang kondisinya sudah surut, namun warga masih kesulitan untuk beraktifitas. Bahkan, Surti meminta bantuan kasur kepada Ganjar.

"Pak kasurnya basah semua, tidak bisa tidur. Tolong dibantu kasur pak,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ganjar mengatakan jika yang paling utama adalah kebutuhan pokok. Ia ingin memastikan seluruh korban bencana tidak kekurangan sampai tidak bisa makan.

"Kasur 'ngko sik, nek teles ya dijemur, nek rusak tuku neh. Sing penting saiki kabeh da sehat, isa mangan kabeh. (kasur nanti dulu, kalau basah dijemur, rusak beli lagi, yang penting sekarang semua sehat dan bisa makan semuanya)" ucap Ganjar.

Tak datang dengan tangan kosong, dalam kunjungan itu Ganjar juga memberikan sejumlah bantuan, seperti mi siap saji, sarung, selimut, dan lainnya. Ganjar juga memberikan uang tunai kepada kepala desa untuk digunakan membeli beras dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya