DPRD Sayangkan Realisasi Target Pengelolaan Aset Distanbun Jateng Hanya 5%

Petani merawat tanaman kopi di lereng Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah. (Antara/Anis Efizudin)
31 Januari 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — DPRD Jawa Tengah mendesak Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah mengelola lebih optimal aset perkebunan sehingga mampu memberikan sumbangan pendapatan asli daerah (PAD) yang memadai bagi provinsi ini. Desakan itu muncul karena realisasinya di tahun 2018 lalu hanya 5% dari target.

Sekretaris Komisi C DPRD Jateng, Tety Indarti, menyayangkan tak optimalnya pengelolaan aset Distanbun Jateng itu. Ia menegaskan perlunya optimalisasi seluruh aset kebun dinas yang dikelola Distanbun Jateng sehingga menjadi sumber PAD.

Sejalan dengan itu, pengelolaan seluruh satuan kerja (satker) kebun dinas wajib dikelola secara profesional dengan semangat kerja yang kreatif dan inovatif. "Sangat disayangkan realisasinya hanya 5% atau Rp2 juta saja dari target yang juga kecil, Rp40 juta. Padahal dua tahun sebelumnya bisa di atas 80%," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (30/1/2019).

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Jateng Mustholih menambahkan, setahun lalu, saat Komisi C berkunjung ke Kebun Dinas Ngagrong, Kecamatan Ampel, Boyolali, kebun tersebut sempat mendapat apresiasi.  Disebutnya, kebun dengan lahan 4 hektare tersebut mampu menyetor PAD Rp30,7 juta pada tahun anggaran 2017, dibanding misalnya kebun dinas Wonorejo (Batang) yang mengelola lahan 157 hektare lebih hanya menghasilkan Rp6,5 juta. 

"Padahal targetnya di 2017 Rp1,6 miliar," tambahnya

Dia menyarankan, perlunya Distanbun mengkaji total kebijakannya. Sebab mengelola kebun pemerintah selayaknya lebih menghasilkan dan jadi rujukan masyarakat, dibanding swasta. "Kalau merugi mengapa diteruskan? Kan bisa diganti komoditas lain, misalnya seperti direncanakan akan bekerja sama dengan petani mengembangkan jahe merah," ujarnya. 

Seperti diketahui Kebun Dinas Ngagrong mengelola lahan 4 hektare dengan komoditas kopi arabica sebanyak 2.025 batang dan cengkih sebanyak 250 batang. Namun umurnya sudah berusia di atas 20 tahun.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis