4.086 Perempuan di Semarang Mengidap Kanker

Ilustrasi kanker payudara. (Huffingtonpost.co.uk)
31 Januari 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Menjelang peringatan Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day yang jatuh pada 4 Februari nanti, fakta terbaru tentang penyakit kanker terungkap. Penyakit yang tergolong katastropik itu rupanya masih didominasi kaum hawa atau perempuan, tak terkecuali di Kota Semarang. 

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang tahun 2018 bahkan menyebutkan hampir 0,4% perempuan di ibu kota Jawa Tengah (Jateng) itu, atau sekitar 4.086 orang menderita penyakit yang juga dikenal sebagai neoplasma ganas.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Widoyono, menyebutkan ada empat jenis kanker yang ditemukan di 27 rumah sakit dan 37 puskesmas di Kota Semarang. Keempat jenis penyakit kanker itu, yakni kanker hati, kanker paru, kanker mamae atau payudara, dan kanker serviks atau leher rahim.

“Dari empat jenis penyakit kanker itu, yang paling banyak adalah jenis kanker payudara. Jumlahnya mencapai 3.509 penderita dan mayoritas merupakan perempuan,” ujar Widoyono saat dijumpai Semarangpos.com di ruang kerjanya, Kamis (31/1/2019).

Widoyono menyebutkan sepanjang 2018 ada sekitar 4.286 penderita kanker yang ditemukan di Kota Semarang. Jumlah itu mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni 3.334 penderita di 2017, 1.306 orang di 2016, 1.202 orang di 2015, dan 1.806 penderita di 2014.

“Saat ini kami terus menggelar sosialisasi dan mengajak kaum perempuan, terutama yang sudah menikah untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Bisa melalui tes IVA [Inspeksi Visual Asam Asetat] untuk mengetahui gejala kanker serviks. Enggak perlu takut, kanker bisa disembuhkan,” imbuh Widoyono.

Sementara untuk kanker payudara, Widoyono mengaku pemicunya melalui berbagai faktor, seperti genetik, pola hidup, atau konsumsi makanan. Menurutnya, kanker payudara sulit disembuhkan namun bisa dicegah.

“Pencegahannya susah, untuk itu pelu deteksi secara dini. Bisa dengan menerapkan metode Sadari [pemeriksaan payudara sendiri],” ujar Widoyono.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam (Perhompedin) Cabang Semarang, Prof. Catharina Suharti, menyebutkan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskeda) tahun 2013, Jateng tergolong memiliki jumlah penderita kanker terbesar di Tanah Air dengan prevalensi 2,1 per mil atau sekitar 68.638 orang.

Selain faktor genetik, kebanyakan penyakit itu disebabkan pola hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan siap saji yang banyak mengandung zat pewarna maupun penyedap rasa.

“Oleh karena itu sangat penting diterapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku hidup sehat bisa mengurangi risiko kanker hingga 30%. Terapkan perilaku Cerdik [cek rutin kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin olahraga, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stress],” tutur dokter RSUP dr. Kariadi itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya