Pemprov Jateng Bangun Kembali Jembatan Kali Keruh, Anggaran Kurang Rp1 M

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau Jembatan Kali Keruh di Pekalongan. (Bisnis/Istimewat)
01 Februari 2019 02:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, PEKALONGAN — Pemprov Jateng menganggarkan Rp17 miliar untuk membangun kembali Jembatan Kali Keruh di Pekalongan yang ambruk beberapa waktu lalu. Kendati demikian, pembangunan jembatan itu membutuhkan anggaran Rp18 miliar.

"Nanti yang Rp1 miliar biar ditanggung Bupati Pekalongan. Prinsipnya gotong royong dalam menanggulangi bencana ini harus terus terwujud," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam keterangan resminya Rabu (30/1/2019).

Ganjar Pranowo memerintahkan, dinas terkait termasuk kepada Pemkab Pekalongan untuk membuatkan Bailey, jembatan darurat yang terbuat dari besi. "Saya minta jembatan darurat segera dibuat. Dengan jembatan darurat itu, maka masyarakat akan nyaman saat melintasi jembatan. Tidak seperti sekarang, masyarakat harus naik turun tangga demi menyeberang ke sisi sungai lainnya yang sangat membahayakan," katanya.

Pembuatan Bailey lanjut dia tidak membutuhkan waktu lama. Setidaknya, paling lama satu bulan jembatan Bailey dapat terpasang. "Tentu saya sangat mengapresiasi dan alasan ini pula yang membuat pembuatan jembatan darurat harus dipercepat," tambahnya.

Lebih lanjut Ganjar menerangkan, pihaknya juga akan mempercepat pembangunan jembatan Kali Keruh Pekalongan itu. Dia memastikan bahwa pembangunan jembatan yang ambrol diterjang banjir itu akan dilakukan tahun ini.

"Tahun ini saya pastikan jembatan Kali Keruh dibangun, kami percepat agar aktifitas masyarakat tidak terganggu," tambahnya.

Menurutnya, pembangunan jembatan Kali Keruh lanjut Ganjar akan menjadi hal prioritas. Tahun ini, pembangunan harus selesai, karena anggaran yang digunakan masuk tahun anggaran 2019. Meski dituntut cepat, namun Politisi PDI Perjuangan itu tetap menekankan pentingnya menjaga integritas. Ia mewanti-wanti agar tidak ada yang main-main dalam pembangunan jembatan.

"Saya minta lelangnya tidak ada yang main-main, integritas dijaga kalau perlu dipelototi agar tidak ada pelanggaran. Masyarakat silahkan ikut diawasi, kalau ada hal yang tidak baik, langsung laporkan ke saya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis