Teror Pembakaran Mobil di Jateng Picu Amarah Ganjar

Aparat kepolisian melakukan pengecekan mobil yang dibakar orang tidak dikenal di Genuk Karanglo, Candisari, Kota Semarang, Jumat (1/2 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
01 Februari 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, geram dengan aksi pembakaran kendaraan di beberapa wilayah setempat yang terjadi belakangan hari ini. Ia menilai kasus itu sengaja diciptakan untuk mengganggu ketenteraman Jateng.

Teror pembakaran motor maupun mobil dalam satu bulan terakhir memang cukup meresahkan masyarakat. Tanpa sebab yang jelas, kejadian tersebut telah terjadi di Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal.

"Kok ini kejadiannya di beberapa titik. Jangan sampai ada yang mengganggu Jawa Tengah," kata Ganjar di Semarang, Jumat (1/2).

Ganjar berharap teror ini tidak ada sangkut pautnya dengan situasi politik tanah air saat Pemilu 2019, terutama pilpres. Ia pun mengaku saat ini telah berkoordinasi dengan Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono, untuk segera mengungkap kasus tersebut.

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada satu pun pelaku yang tertangkap."Polisi sedang mengejar pelakunya, mudah-mudahan satu dua yang tertangkap, nanti bisa terungkap motifnya. Apakah dendam, apakah kejahatan, apakah ada urusannya dengan pemilu," katanya.

Ganjar juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut aktif menghalau teror dengan menggiatkan Siskamling. Menurut Ganjar, Siskamilng sangat penting untuk menciptakan keamanan dalam lingkungan bermasyarakat.

Dalam satu bulan terakhir aksi pembakaran mobil maupun motor oleh orang yang tak dikenal memang marak di kawasan Semarang Raya. Setidaknya sudah 21 kasus pembakaran kendaraan terjadi, 14 kasus pembakaran di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Sedangkan tujuh kasus terjadi di Kendal.

Bahkan Jumat dini hari pembakaran mobil kembali terjadi di Genuk Karang Lo, Tegalsari, Kota Semarang. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono menegaskan telah menggerakkan timnya sampai tingkat polsek untuk mengantisipasi peristiwa ini.

"Ini kan upaya-upaya untuk membuat resah masyarakat. Jadi, doakan saja kita optimalkan dan maksimalkan untuk menanganinya. Terus, kita tingkatkan patroli rutin dari jajaran mulai polres/polrestabes sampai polsek keliling," ujar Condro.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya