Teror Bakar Mobil Usik Jateng, Ini Pendapat Kriminolog Semarang

Ilustrasi kebakaran mobil. (dok. Solopos.com)
02 Februari 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Teror pembakaran kendaraan saat ini tengah mengusik ketenangan masyarakat di Jawa Tengah (Jateng). Ada sekitar 21 kendaraan, baik mobil maupun motor yang tengah diparkir di jalan maupun di garasi rumah, dibakar orang tak dikenal di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, maupun Kabupaten Kendal, dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Belum diketahui motif di balik aksi pembakaran itu. Namun, dari informasi yang diperoleh Semarangpos.com, pelaku melakukan aksinya dengan cara molotov atau melempar botol yang diisi bensin atau cairan lain yang mudah terbakar dan diberikan sumbu berupa tali atau kain. Aksi itu dilakukan pelaku saat dini hari atau saat kondisi lingkungan sepi.

Banyak yang beranggapan kasus ini dipicu suasana politih yang tengah memanas menjelang pemilihan presiden atau Pemilu 2019. Selain itu, banyak yang menilai kasus ini hanyalah sekadar pengalihan isu saat iklim politik Tanah Air tengah memanas.

Kriminolog Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr. Nur Rochaeti, SH. MHum, meminta masyarakat untuk tidak buru-buru mengaitkan teror pembakaran mobil dengan politik.

“Perlu ada kajian yang lebih mendalam untuk mengaitkan kasus ini dengan politik. Bisa saja ini dipicu faktor lain, seperti perselisihan atau hal lain,” ujar perempuan yang juga bertugas sebagai dosen Kriminologi di Akademi Kepolisian (Akpol) itu saat dihubungi Semarangpos.com, Jumat (1/2/2019).

Perempuan yang akrab disapa Eti itu menilai daripada berasumsi lebih baik masyarakat menunggu kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus itu. Ia pun meminta aparat kepolisian segera bertindak salah satunya dengan melakukan pemetaan terhadap para korban.

“Lihat dulu unsur kesamaan antara korban yang satu dengan yang lain, modus operasi pelaku, baru bisa diasumsikan. Selain itu, kepolisian juga harus segera membentuk tim khusus untuk membongkar kasus ini,” imbuh Eti.

Selain itu, Eti pun menyarankan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan tidak memarkirkan kendaraan di tempat umum, sehingga rentan menjadi korban kejahatan,

“Kalau untuk meningkatkan Siskamling itu penting, tapi kalau diparkir di pinggir jalan juga sulit dicegah. Cara satu-satunya ya pastikan mobilnya diparkir di tempat yang aman,” tutur Eti.

Total ada 13 kasus pembakaran mobil yang sudah terjadi di Kota Semarang dalam sebulan terakhir. Terbaru, kasus pembakaran mobil terjadi di Kampung Genuk Karanglo RT 001/RW 001, Kampung Tegalsari, Kecamatan Candisari, Jumat dini hari. Mobil Daihatsu Sigra milik Dodi Handoyo dibakar orang tak dikenal saat diparkir di garasi rumah.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmaja, mengaku belum mengetahui motif para pelaku pembakaran mobil.

“Saat ini kami masih menyelidiki kasus ini, baik dengan cara meminta keterangan saksi maupun rekaman CCTV di lokasi kejadian,” kata Agus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya