FKKG Jateng Gembleng Caleg Perempuan

Ilustrasi caleg. (Solopos/Dok.)
02 Februari 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) Jawa Tengah (Jateng) menggelar pelatihan public speaking bagi calon anggota legislatif (caleg) perempuan. Pelatihan yang digelar di Wisma Perdamaian (Wisper), Kota Semarang, Selasa (29/1/2019) itu diikuti sekitar 100 caleg perempuan dari berbagai partai politik (parpol) pada Pemilu 2019.

Ketua FKKG Jateng, Indra Kertati, menyebutkan alasan di balik digelarnya pelatihan itu. Tujuan pelatihan yang mengusung tema Strategi dalam Membangun Jaringan Menuju Pencapaian Kuota 30% itu tak lain untuk meningkatkan keterampilan caleg perempuan dalam menyampaikan gagasan kepada publik, sehingga mampu mempengaruhi publik dalam mengambil keputusan pada Pemilu 2019.

“Selain itu juga memberikan keterampilan pada caleg perempuan dalam menyusun media kampanye yang efektif dan memahami peta Pemilu 2019,” kata Indra dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Jumat (1/2/2019).

Indra menyebutkan sejak reformasi digulirkan, partisipasi politik perempuan memang menjadi agenda penting dalam pemerintah. Berbagai kebijakan dan penguatan peran perempuan dalam politik terus diupayakan, salah satunya yang tertuang dalam UU Pemilu yang mensyaratkan keterlibatan minimal 30% perempuan sebagai caleg.

Namun, menurut Indra, dalam praktiknya amanah UU itu masih terkesan setengah hati. Sejak dikeluarkannya kuota keterwakilan perempuan, parpol masih banyak yang belum mampu menghasilkan kader permpuan yang andal.

Bahkan Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia (UI) menyebut persentase perolehan suara caleg perempuan pada Pemilu 2009 dan 2014 masih sangat rendah. Jika pun ada, masih didominasi representasi dari basis jaringan kekerabatan elit politik maupun ekonomi.

“Selain parpol yang terkesan abai pada proses kaderisasi partisipan perempuan, kualitas caleg juga rendah. Meski dari pendidikan para caleg cukup andal, tapi dari cara mengomunikasikan gagasan masih belepotan,” imbuhnya.

Indra berharap dengan acara tersebut caleg perempuan akan lebih tangguh dalam menghadapi kontestasi Pemilu 2019. Dengan demikian, tingkat keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif akan meningkat dan mendorong kesejahteraan perempuan di Tanah Air.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya