Akademisi: Lebih Baik Bangun Jalur Bus Ketimbang Jalur Motor di Jalan Tol

Ruas jalan tol Trans Jawa di Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (18/1 - 2019). (Antara/Harviyan Perdana Putra)
03 Februari 2019 12:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pengamat transportasi yang juga akademisi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijawarno, menyarankan pemerintah lebih baik membangun jalur khusus bus di jalan tol ketimbang membuat lajur khusus sepeda motor di jalan bebas hambatan itu.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kantor Berita Antara di Jakarta, Sabtu (2/2/2019), Djoko mempertimbangkan pemberian fasilitas khusus bagi angkutan umum massal lebih bisa membangun budaya naik kendaraan umum.

“Jika ingin memberikan fasilitas infrastruktur yang mewah kepada rakyat, berikanlah kepada pengguna bus yang sifatnya angkutan massal. Jalur khusus bus lebih baik daripada jalur khusus motor di jalan tol. Lebih aman dan selamat serta memberi manfaat kenyamanan ke publik pengguna angkutan umum,” lanjutnya.

Djoko tidak sependapat dengan ide tentang pembuatan jalur khusus sepeda motor di jalan tol karena faktor keselamatan. Terlabih lagi, sepeda motor merupakan penyumbang angka kecelakaan terbesar, yakni lebih dari 80%.

Lagi pula, tambah dia, pembuatan jalur khusus sepeda motor di jalan tol bertentangan dengan Pasal 38 PP No. 15/2005 tentang Jalan Tol yang hanya diperuntukkan pengguna jalan yang menggunakan kendaraan roda empat atau lebih.

“Lebih bijak, katanya, jika DPR mengusulkam Program Transportasi Umum sebagai Program Strategis Nasional,” tutur dia.

Sebelumnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengusulkan kepada eksekutif pemerintahan untuk menyediakan jalur khusus sepeda motor di jalan tol. Ia beralasan penyediaan jalur tol agar seluruh masyarakat merasakan hasil pembangunan infrastruktur secara merata, termasuk pengendara sepeda motor.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara