Ganjar Pranowo Ingin Jalan Rusak di Jateng Ditambal Sementara

Warga Desa Karanganyar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah menanam papan kayu di tengah jalan berlubang demi menandai jalan yang rusak dan dianggap membahayakan bagi pengguna jalan. (Antara/Kutnadi)
03 Februari 2019 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan jajarannya memperbaiki jalan rusak dengan cara penambalan sementara yang dilakukan secara maraton sampai musim penghujan selesai. Gerak cepat menurut dia dibutuhkan demi mencegah jatuhnya korban kecelakaan.

"Ditambal dulu agar bisa dilalui. Dengan penambalan ini, kami harapkan minimal selamat dulu, kalau rusak ya ditambal lagi, rusak ditambal lagi. Sampai kapan? Sampai musim penghujan selesai. Itulah tugas kami," kata Gubernur Ganjar Prenowo di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).

Selain penambalan secara sementara pada ruas-ruas jalan yang rusak akibat banjir, Ganjar Pranowo juga meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Wilayah Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan patroli jalan rusak.

Gubenur Ganjar mengakui tantangan perbaikan jalan rusak saat ini adalah hujan. Di musim penghujan seperti sekarang ini, jalan rusak tidak bisa langsung diaspal sehingga tahan lama. Tetapi di sisi lain, penanganannya harus cepat.

"Tantangannya sekarang adalah hujan, begitu kering mesti langsung dikebut agar bisa lebih baik," ujar politikus PDI Perjuangan yang sebelumnya adalah anggota DPR itu.

Khusus untuk jalan tingkat nasional, Ganjar menyebutkan saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan lelang untuk perbaikan jalan rusak di jalur selatan, yakni wilayah Wangon, Kebumen, Purworejo sampai Yogyakarta.

Gerak cepat penanganan jalan rusak oleh Pemprov Jateng, menurutnya diperlukan agar tidak memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan jalan. Dengan adanya perbaikan jalan rusak secara sementara tersebut diharapkan tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas, meskipun secara tidak langsung mengurangi kenyamanan pengguna jalan yang melintas.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara