Ayan Kambuh, Petani Banyumas Tewas di Sungai Arus

Tim SAR mengevakuasi jenazah petani bernama Kuswadi yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Arus, Desa Gancang, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jateng, Senin (4/2 - 2019). (Antara/Tagana Banyumas)
04 Februari 2019 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO Tim search and rescue (SAR) mengevakuasi jasad petani yang meninggal dunia di Sungai Arus, Desa Gancang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah gara-gara epilepsi atau ayannya kambuh.

"Jenazah Pak Kuswadi, warga Grumbul Larangan RT 005/RW 004, Desa Gancang, Kecamatan Gumelar, Banyumas ditemukan pada pukul 07.30 WIB di Sungai Arus yang berlokasi tidak jauh dari belakang rumahnya sendiri," ungkap Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas Ady Candra di Banyumas, Jawa Tengah, Senin (4/1/2019).

Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, kata dia, jenazah Kuswadi selanjutnya dipulangkan ke rumah duka untuk menjalani proses pemakaman. Lebih lanjut, dia mengatakan Kuswadi yang memiliki riwayat penyakit epilepsi dilaporkan hilang sejak hari Minggu (3/2/2019).

"Pada hari Minggu, sekitar pukul 08.00 WIB, Pak Kuswadi berpamitan untuk menyiangi rumput di ladang yang lokasinya dekat dengan pertemuan Sungai Arus dan Sungai Tajum. Korban berangkat ke ladang setelah menjalankan salat Duha dan biasanya pulang ke rumah saat salat Zuhur," katanya.

Akan tetapi hingga pukul 16.00 WIB, kata dia, Kuswadi tidak kunjung pulang ke rumah sehingga keluarganya beserta warga sekitar berupaya mencari ke segala penjuru ladang dan tepian Sungai Tajum. Ia mengatakan berdasarkan informasi dari salah seorang warga yang baru pulang memetik pisang, Kuswadi sebelum dilaporkan hilang sempat menuju titik pertemuan Sungai Arus dan Sungai Tajum.

"Warga yang baru memetik pisang itu mengaku berpapasan dengan Pak Kuswadi dan ketika ditanya akan ke mana, korban menjawab 'ke situ' sambil menunjuk ke arah pertemuan Sungai Arus dan Sungai Tajum. Namun dia tidak menaruh curiga karena hal itu sudah menjadi kebiasaan Pak Kuswadi," katanya.

Oleh karena hingga pukul 19.00 WIB Kuswadi tidak ditemukan, kata dia, keluarga korban segera melaporkannya ke perangkat desa setempat yang ditindaklanjuti dengan kedatangan personel Babinsa Koramil Gumelar dan Bhabinkantibmas Polsek Gumelar ke rumah keluarga Kuswadi guna mendata serta mengumpulkan informasi.

Selanjutnya pada pukul 20.30 WIB, Tagana Kabupaten Banyumas bersama Polsek Gumelar, Koramil Gumelar, Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Gumelar, Pemuda Pancasila, perangkat desa, dan warga sekitar berkoordinasi untuk melakukan pencarian dengan menyusuri Sungai Tajum.

"Pencarian dilakukan hingga pukul 22.30 WIB, namun korban tidak ditemukan hingga akhirnya diputuskan untuk dilanjutkan pagi ini (4/2). Alhamdulillah, begitu tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pada Senin (4/2) pagi, Pak Kuswadi dapat ditemukan meskipun dalam kondisi meninggal dunia," kata Candra.

Dengan ditemukannya jenazah Kuswadi, kata dia, operasi pencarian terhadap petani yang hilang di Desa Gancang, Kecamatan Gumelar, dinyatakan ditutup dan seluruh potensi SAR yang terlibat telah kembali ke pangkalan masing-masing.

Ia mengatakan operasi tersebut melibatkan personel Basarnas Pos SAR Cilacap, Tagana Kabupaten Banyumas, RAPI Gumelar, RAPI Pekuncen, Pramuka Peduli, Koramil Gumelar, Polsek Gumelar, Pemerintah Desa Gancang, Linmas Desa Gancang, dan dibantu warga sekitar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Sumber : Antara