Tangkap Tersangka Narkoba di Jogja, BNN Jateng Sita Barang Bukti Rp4,8 M

Kepala BNN Jateng, Brigjen Pol. M. Nur (tengah), menunjukkan barang bukti uang hasil pengungkapan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil transaksi narkoba senilai Rp4,8 miliar di Kantor BNN Jateng, Senin (4/2 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
04 Februari 2019 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyita aset yang diduga merupakan hasil transaksi narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya (narkoba) sebagai barang bukti dengan jumlah yang cukup fantastis, yakni Rp4,8 miliar.

Aset senilai miliaran rupiah itu merupakan hasil penangkapan tersangka Deden Wahyudi alias Dandi Kosasih alias Raditya di Kantor BRI Unit Lempuyangan, Jl. Dr. Sutomo No. 60, Banciro, Gondokusuman, Jogja, Rabu (23/1/2019).

Kepala BNN Jateng, Brigjen Pol. Muhammad Nur, menyebutkan penangkapan Deden berasal dari pengembangan kasus terpidana narkoba, Cristian Jaya Kusuma alias Sancai, yang terungkap 2018 lalu. Saat ini Sancai telah berstatus narapidana dan menjalani hukuman penjara 24 tahun di LP Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap.

“Penangkapan Deden berawal dari pengembangan kasus Sancai. Ada dugaan Deden merupakan tersangka TPPU [tindak pidana pencucian uang] narkotika kelompok Banjarmasin yang terkait dengan Sancai,” jelas M. Nur di Kantor BNN Jateng, Senin (4/2/2019).

  1. Nur menambahkan Deden ditangkap saat hendak melakukan transaksi perbankan. Setelah melakukan penangkapan, aparat BNN Jateng melakukan penggeledahan di indekos tersangka di Kelurahan Bausasran RT 031/RW 009, Kecamatan Danurejan, Kota Jogja.

Di indekos tersangka, BNN menemukan uang senilai Rp2.106.280.000, yang terdiri dari uang Rp1.553.000.000 dan pecahan dolar Singapura sejumlah SGD53.000 (dolar singapura) atau senilai Rp553.280.000.

Selain menyita uang tunai, BNN Jateng juga melakukan pemblokiran rekening bank milik tersangka. Ada empat rekening di empat bank berbeda milik tersangka dengan jumlah mencapai Rp2.705.626.367.

“Dengan demikian, keseluruhan aset yang kami sita dari tersangka mencapai Rp4.812.034.003,” imbuh Nur.

Nur mengungkapkan untuk membuka rekening di sejumlah bank nasional itu, tersangka menggunakan beberapa identitas palsu, seperti KTP elektronik dan kartu keluarga.

 “Ini modus baru. Jaringan ini cukup berbahaya karena mampu mengelabuhi sejumlah bank nasional untuk membuka rekening dengan identitas palsu. Rekening inilah yang digunakan untuk transaksi narkoba,” terang Nur.

Nur mengaku saat ini pihaknya masih menyelidiki peran tersangka dalam transaksi narkoba jaringan Banjarmasin. Ia menduga Deden hanya bertugas sebagai operator keuangan jaringan itu.

Dalam melakukan operasinya, lanjut Nur, Deden dikendalikan seseorang bernama Reza yang juga memiliki beberapa identitas palsu. Saat ni Reza sudah masuk dalam daftar pencarian orang [DPO] BNN Jateng,” beber Nur.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Aparatur Pendaftaran Dispermadesdukcapil Jateng, Dwi Agung Kurniawan, menilai trik yang dilakukan tersangka terbilang lihai. Hal itu dikarenakan surat keterangan penduduk, seperti KTP el maupun KK tampak seperti asli.

“Kalau saya lihat tadi semua itu palsu. Memang seperti asli, tapi palsu. Format [penulisan] saja beda dengan yang asli,” imbuh Agung.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya