Ini Cara Memilih Jas Hujan yang Aman ala Astra Motor Jateng

Salah seorang model memperagakan memakai jas hujan yang tepat untuk penggendara saat hujan. (Semarangpos.com/Astra Motor Jateng)
05 Februari 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Hujan dengan intensitas tinggi melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah (Jateng) dalam beberapa bulan terakhir. Intesitas itu pun semakin kerap terjadi, terutama menjelang perayaan Tahun Baru China atau Imlek.

Bagi para pengendara sepeda motor, hujan merupakan tantangan alam yang kerap dihadapi. Meski demikian, kondisi cuaca itu tak bisa dihindari apalagi sampai mengganggu aktivitas.

Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, mengatakan berkendara dalam hujan tidak dianjurkan dalam ilmu safety ridin karena berisiko kecelakaan lalu lintas.

“Kondisi jalanan yang licin membuat ban mudah tergelincir, karena ban bergerak di atas lapisan air bukan langsung kontak aspal. Apalagi kalau hujan semakin deras, semakin pendek pula jarak pandang pemgendara motor, sehingga sulit untuk mempelajari kondisi jalan atau keadaan  lalu lintas,” ujar Oke dalam keterangan resmi kepada Semarangpos.com, Senin (4/2/2019).

Meski tidak dianjurkan, bikers dengan tingkat mobilitas tinggi mau tidak mau harus tetap berkendara saat hujan. Acap kali, bikers tidak bisa menghindari hujan dan menggunakan jas hujan saat berkendara untuk melindungi badan dari air dan basah.

Nah, Astra Motor Jateng pun punya resep untuk memilih jas hujan yang aman dan nyaman bagi pengendara. Berikut model jas hujan yang disarankan tim Safety Riding Astra Motor Jateng:

  1. Ponco (model mantel yang memanjang ke bawah): mantol ponco biasanya berwarna hijau karena digunakan untuk kepentingan militer sebagai kamuflase saat berada di luar ruangan atau di hutan
  2. Model mantel memanjang ke bawah dan bersabuk: model mantel ini berupa jubah dengan lengan panjang, terusan ke bawah dan dilengkapi sabuk agar rapi. Biasanya digunakan oleh petugas kepolisian atau pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas.
  3. Model training (terpisah atasan dan celana): Model ini paling cocok digunakan aktivitas yang memerlukan gerak tubuh yang lebih aktif dan melindungi badan dari air hujan dari segala sisi.
  4. Model training (terpisah atas dan rok/gamis): sama dengan model training, namun berbeda di bagian bawahan berupa rok. Biasanya digunakan oleh wanita yang sedang menggunakan rok supaya lebih mudah saat memakainya.

Ada hal-hal yang perlu diketahui saat memilih jas hujan untuk berkendara:

  1. Pilih warna yang cerah dan strip yang bisa memantulkan cahaya, membuat anda cepat dan mudah dikenali dalam kondisi cuaca hujan dimana kondisi lebih gelap dan pandangan terganggu oleh tirai hujan.
  2. Berbahan kuat tidak mudah robek, tapi tetap lentur, tidak tembus atau rembes air, memiliki sifat pemukaan bahan seperti daun talas akan semakin baik. Amati bagian dalam jas hujan tidak lengket dengan kulit atau baju yang kita pakai serta tidak berbau bahan tertentu.
  3. Sesuaikan dengan ukuran tubuh dan berukuran ringkas ketika terlipat agar mudah menyimpan.
  4. Pilih jas hujan yang menyediakan saku berguna memudahkan menyimpan sesuatu dan mengakses barang bawaan saat berhenti sejenak ketika hujan sangat deras.
  5. Dianjurkan menggunakan model training. Bagian atas berbentuk kemeja dengan krah tinggi dan dilengkapi penutup kepala yang menyatu, bagian bawah berupa celana panjang. Model ini dipilih karena mendukung keleluasaan bagian tubuh bergerak bermanuver selama berkendara, serta melindungi hampir seluruh tubuh dari air.
  6. Perhatikan teknik sambungan antar bagian yang harus mampu mencegah air rembes. Memiliki resleting dengan tambahan bahan pada bagian luar yang mampu menolak air rembes masuk.
  7. Terdapat ventilasi yang dirancang khusus untuk sirkulasi dengan udara luar tapi air tidak dapat masuk
  8. Upayakan terdapat lapisan atau kerutan yang berada didalam lengan untuk mencegah air dari arah stang atau arah depan mengalir memasuki tubuh melalui lengan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya