Daerah Lain Terancam Puso Karena Banjir, Cilacap Klaim Segera Panen Padi 1.500 Ha

Ilustrasi buruh tani memanen padi di sawah. (Solopos/Tri Rahayu)
06 Februari 2019 15:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, CILACAP — Di kala sebagian besar daerah lain di Jawa Tengah didera banjir yang mengancam hektaran sawah puso akibat gagal panen, dari Cilacap justru segera memanen padi di 1.500 ha sawah petani.

"Berdasarkan pantauan kami, area persawahan yang akan segera memasuki masa panen padi pada pertengahan hingga akhir bulan Februari ini berada di wilayah timur, khususnya Kecamatan Maos dan Sampang. Potensi luas panennya mencapai 1.500 ha," ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Erma Syahyuni, Jumat (1/2/2019).

Ia mengatakan area persawahan di kawasan timur Kabupaten Cilacap, khususnya yang berada di Daerah Irigasi (DI) Serayu, seluas 10.000 ha memasuki masa tanam lebih awal. Menurut dia, hal itu disebabkan saluran irigasi di area persawahan tersebut mulai dialiri air sejak tanggal 15 September 2018 setelah sempat menjalani perawatan dan perbaikan.

Dengan demikian, kata dia, puncak masa panen padi di Kabupaten Cilacap, khususnya yang berada di DI Serayu, diperkirakan akan berlangsung pada bulan Maret. "Selain Maos dan Sampang, area persawahan yang berada di DI Serayu adalah Kecamatan Adipala, Kroya, Binangun, dan Kesugihan. Produktivitasnya diperkirakan mencapai 6 ton/ha," katanya.

Erma mengakui jika masa panen sebagian wilayah Cilacap berlangsung mundur seiring dengan mundurnya masa tanam yang berlangsung di daerah itu, terutama yang berada di wilayah barat, seperti Kedungreja, Kawunganten, Sidareja, Bantarsari, dan sebagian wilayah timur, khususnya Nusawungu yang sempat tergenang banjir. Bahkan, kata dia, di wilayah barat Cilacap seperti Kecamatan Kawunganten dan Bantarsari masih ada yang belum selesai tanam padi.

"Namun untuk petani di Kecamatan Majenang, masa panennya lumintu karena selesai panen langsung ditanami padi kembali," jelasnya.

Terkait dengan kondisi cuaca yang sering berubah-ubah, dia mengatakan hal itu dapat memicu terjadinya serangan hama wereng batang cokelat dan tikus. Menurut dia, hama tersebut sempat menyerang tanaman padi di sebagian Kecamatan Gandrungmangu dan Sidareja namun dapat segera diantisipasi.

"Alhamdulillah dapat segera diantisipasi dari awal sehingga bisa teratasi, sehingga harapannya nanti produktivitasnya tidak mengalami penurunan yang signifikan," katanya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara