Bupati Purbalingga Tasdi Divonis 7 Tahun Penjara

Bupati nonaktif Purbalingga Tasdi menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (6/2 - 2019). (Antara/I.C. Senjaya)
06 Februari 2019 19:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Bupati nonaktif Purbalingga, Tasdi, dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dalam kasus suap dan gratifikasi oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (6/2/2019).

Putusan yang dibacakan ketua majelis hakim Antonius Wijantono dalam sidang di itu lebih ringan daripada tuntutan jaksa yan g lamanya delapan tahun penjara. "Menyatakan terdakwa terbukti bersalah, menjatuhkan hukuman selama tjuh tahun penjara," katanya.

Selain hukuman badan, hakim juga menjatuhkan hukuman denda senilai Rp300 juta yang jika tidak dipenuhi maka akan diganti dengan kurungan selama empat bulan. Hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun, terhitung sejak terdakwa selesai menjalani pokok hukuman.

Dalam putusannya, hakim menyatakan Tasdi terbukti melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12B UU No. 31/1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terdakwa terbukti menerima suap sebesar Rp115 juta dari pengusaha Hamdani Kosen.

Suap tersebut merupakan comitment fee yang diberikan oleh kontraktor pemenang proyek Islamic Center Purbalingga. Terdakwa juga dinilai terbukti menerima gratifikasi dari sejumlah pihak lain yang ditujukan untuk kepentingan politik terdakwa dalam rangka pemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah sebagai rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 lalu.

Total gratifikasi yang diterima terdakwa selama kurun waktu 2017 hingga 2018 mencapai Rp1,19 miliar. Hakim juga menyatakan terdakwa tidak pernah melaporkan pemberian yang patut diduga berkaitan dengan jabatannya sebagai bupati itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum masih menyatakan pikir-pikir.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara