Gubernur Jateng Dukung Tarif Diskon Truk Logistik di Tol Trans Jawa

Ilustrasi deretan truk pengangkut logistik. (Bisnis)
06 Februari 2019 20:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung pemberlakuan tarif diskon bagi truk pengangkut logistik yang melintasi jalan tol Trans Jawa. Menurut dia, tarif khusus itu perlu diberikan agar para sopir truk logistik tidak keberatan dan kembali beralih ke jalur pantai utara (pantura) Pilau Jawa sehingga proses pengiriman logistik pun bisa semakin cepat.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo menanggapi banyaknya sopir truk bermuatan berat yang mengeluhkan tingginya tarif jalan tol Trans Jawa. Tarif jalan bebas hambatan yang menghubungkan Merak-Surabaya tersebut dinilai terlalu mahal, sehingga para sopir truk pun kembali menggunakan jalur pantai utara (pantura) Jawa.

"Soal tarif nanti biar dievaluasi. Tapi prinsipnya saya mendukung truk logistik diberikan diskon khusus," kata Gubernur Ganjar Pranowo dalam keterangan resminya, Rabu (6/2/2019).

Sebenarnya, lanjut dia, jika semua bisa dikompromikan antara pengelola jalan tol dengan asosiasi pengusaha yang bergerak dalam pengiriman logistik, maka akan berdampak bagus.  "Misalnya untuk muatan logistik tertentu, bisa mendapatkan diskon langganan dengan harga spesial. Tinggal nanti kami yang mengawasi muatannya, apakah over dimension dan over load atau tidak agar jalannya bisa awet. Kalau bisa bertemu pada kesepakatan itu tentu akan baik dan menarik," terangnya.

Ganjar menambahkan, sebenarnya jalan tol itu pilihan. Jadi, masyarakat bisa memanfaatkan jalan tersebut atau menggunakan jalur lain. "Sopir truk bisa membuat pilihan, kalau terlalu mahal [lewat tol], maka bisa melewati jalan-jalan lain yang ada sambil nanti kami evaluasi," tambahnya.

Selain untuk mempercepat perpindahan manusia dan barang, jalan tol lanjut Ganjar, juga berfungsi untuk mengurai kemacetan. Jika saat ini para sopir truk banyak yang kembali ke jalur jalan pantura, maka berpotensi menyebabkan penumpukan kendaraan, padahal mestinya kendaraan non logistik bisa melalui jalur tol.

"Ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Langkah progresifnya adalah mengangkut logistik menggunakan jalur kereta api dan pelabuhan," katanya.

Sebagai informasi, sejumlah sopir truk bermuatan logistik mengalihkan rute mereka, dari yang semula melewati jalan tol Trans Jawa ke jalur jalan pantura. Alasan itu diambil karena tarif tol dinilai terlalu mahal.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldy Ilham Masita mengatakan jika tarif tol dari Jakarta menuju Surabaya terlalu mahal dan mencapai jutaan rupiah. Hal itu yang menjadi penyebab para sopir truk kembali menggunakan jalur Pantura.

Pihaknya menyayangkan tarif tol yang mahal itu. Menurutnya, tarif untuk kendaraan logistik seperti truk seharusnya lebih rendah dibanding mobil pribadi. "Saya rasa permasalahannya kalau untuk mempermudah logistik harusnya tarif truk logistik lebih murah dibanding mobil pribadi," kata dia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis