Kader Muhammadiyah Jateng Bantah Dukung Jokowi

Kader Muhammadiyah dari berbagai unsur organisasi berfoto bersama di Gedung Dakwah PW Muhammadiyah Jateng, Kota Semarang, Rabu (6/2 - 2019). Mereka membantah telah menyatakan sikap untuk mendukung paslon nomor urut 02, Jokowi/Amin pada Pilpres 2019. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
07 Februari 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sejumlah organisasi underbow Muhammadiyah Jawa Tengah (Jateng) membantah telah memberikan dukungan kepada pasangan calon (paslon) nomor urut 01 pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas pemberitaan di beberapa media online nasional yang menyatakan bahwa kader Muhammadiyah Jateng telah menyatakan sikap politik untuk mendukung Jokowi-Amin. Dukungan terhadap Jokowi itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Forum Keluarga Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jateng, Muhammad Fahkrial Aulia, saat konferensi pers di Taman Singosari, Kota Semarang, Selasa (5/2/2019).

Terkait pernyataan salah satu anggotanya itu, Ketua Fokal IMM Jateng, Farid Wajdi, mengaku geram. Ia menyatakan selama ini organisasinya tidak pernah menyatakan arah dukungan politik kepada salah satu paslon pada Pilpres 2019, baik Jokowi-Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Pada dasarnya Fokal IMM itu didirikan untuk membantu kader mengembangkan kiprahnya, termasuk berpolitik. Oleh karena itu, kami membebaskan kader untuk menentukan sikap politiknya. Terserah mau mendukungan pasangan nomor urut 01 atau 02, kami bebaskan,” ujar Farid saat menggelar jumpa pers di Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng, Kota Semarang, Rabu (6/2/2019).

Farid mengaku tidak melarang salah satu kader mendukung partai politik (parpol) atau paslon tertentu. Meski demikian, ia meminta kader tersebut tidak membawa-bawa nama organisasi.

“Acara deklarasi yang digelar kemarin itu [Selasa, 5 Februari 2019] bukan kami yang menggelar. Memang ada beberapa orang di kepengurusan kami yang hadir. Tapi, yang mereka lakukan bukan atas nama organisasi. Jadi, jika dikait-kaitkan kami sangat kecewa. Kami telah menegur kader itu,” imbuh Farid.

Senada juga diungkapkan Sekretaris Fokal IMM Jateng, Bambang Sukoco, yang mengaku kecewa atas perilaku Aulia. Ia meminta Aulia untuk segera meminta maaf kepada seluruh kader Muhammadiyah karena telah memanfaatkan nama organisasi demi  kepentingan politik.

“Silakan berpolitik, tapi ya yang santun dan beretika. Kalau atas nama personal monggo saja. Tapi jangan bawa-bawa organisasi,” ujar Bambang.

Sikap tidak mendukung Jokowi-Amin itu tidak hanya dilakukan Fokal IMM Jateng. Beberapa unsur organisasi Muhammadiyah di Jateng, seperti Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muhammadiyah (Kokam), Pemuda Muhammadiyah, hingga organisasi perempuan, Aisiyah, juga turut hadir.

Sama halnya dengan Fokal IMM, unsur organisasi lain Muhammadiyah itu juga menyatakan tidak memberikan dukungan ke Jokowi-Amin pada Pilpres 2019.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya