Pelaku Teror di Jateng Belum Terungkap, Ini Analisis Gubernur…

Ilustrasi mobil dibakar. (Solopos/Dok.)
07 Februari 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kasus teror pembakaran mobil di sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) hingga kini masih menjadi misteri. Hal itu tak lain karena hingga saat ini, aparat kepolisian belum mampu mengungkap dalang di balik teror itu.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menduga pelaku teror pembakaran mobil yang marak terjadi di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kendal itu dilakukan oleh orang yang terlatih.

“Kalau kita melihat motifnya sampai sekarang belum ada yang tahu. Namun kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolda dan Pak Pangdam untuk terus mencari, untuk terus mengidentifikasi,” ujar Ganjar di Semarang, Rabu (6/2/2019).

Ganjar menyebutkan dari koordinasi itu diketahui pola teror pembakaran kendaraan itu masih menjadi teka-teki. Pelaku teror cenderung acak dalam menjalankan aksinya dan tidak meninggalkan petunjuk apa pun.

"Relatif jejaknya itu bersih. Saya menduga orangnya (peneror) ini cukup terlatih," katanya.

Menurutnya, jika dikaitkan dengan sejumlah kejadian yang terjadi di Jateng, tidak ada yang dapat disangkutpautkan. Hal itu karena di Jateng tak ada peristiwa yang bisa menyebabkan seseorang atau kelompok melakukan tindakan semacam itu.

"Di Jawa Tengah tidak ada kejadian yang luar biasa. Yang mendorong orang marah semarah-marah sehingga membakar. Saya juga tidak mendapatkan informasi adanya pertentangan antarkelompok," paparnya.

Pihaknya juga sudah memperoleh laporan bahwa pihak korban pembakaran mobil juga tidak memiliki masalah. Baik piutang dengan pihak ataupun punya pertikaian dengan kelompok tertentu. "Maka ini memang sangat acak polanya. Dan semuanya belum terbaca motifnya,” ujar orang nomor satu di jajaran Pemprov Jateng itu.

Ganjar pun meminta pelaku teror untuk tidak lagi mengganggu ketenangan, ketenteraman dan kedamaian di Jateng.

"Saya mengingatkan saja. Jangan ganggu Jawa Tengah, jangan ganggu Indonesia. Apalagi, dalam masa masyarakat sedang merayakan pesta demokrasi, sehingga menjadi gangguan yang tidak mengenakan dan merugikan harta benda,” imbuh Ganjar.

Saat ditanya apakah ada kecurigaan teror tersebut ada kaitannya dengan pelaksanaan pemilu, Ganjar mengaku tidak memiliki kecurigaan. "Jateng terkenal sejuk, damai masyarakatnya, iklimnya kondusif. Wong, saya mengalami Pilgub, Pilbup serentak saja tidak ada kejadian seperti ini,” jelasnya.

Berkaitan dengan langkah yang dilakukan oleh Pemprov Jateng, Ganjar menyebutkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Termasuk dengan pemerintahan kabupaten dan kota untuk menggalakan sistem keamanan lingkungan (Siskamling).

"Koordinasi kami dengan Forkopimda dan kabupaten/kota, sama dengan yang dilakukan Kapolrestabes Semarang. Kita juga akan giatkan lagi pengamanan di kampung-kampung. Jika warga melihat ada orang berboncengan dan mencurigakan segera foto dan laporkan. Kita jaga keamanan bersama-sama,” tandasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya