Merapi Waspada, Warga Zona Merah Dilatih Evakuasi & MFR

Warga kawasan berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi di Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang berlatih memberikan napas buatan atau CPR, Rabu (6/2 - 2019). (Semarangpos.com/Basarnas Jateng)
07 Februari 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Berjarak 3,5 km dari puncak Gunung Merapi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) menjadi wilayah yang paling rawan terdampak bencana erupsi.

Hal itulah yang menjadi alasan tim search and rescue (SAR) dari Basarnas Jateng menggelar pelatihan medical first responder (MFR) atau yang populer disebut pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) kepada warga di kawasan itu.

Pelatihan itu digelar Basarnas Jateng di Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Senin-Rabu (4-6/2/2019). Sebanyak 60 peserta dari 15 desa di Kecamatan Dukun ikut serta dalam pelatihan itu.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi pelatihan, seperti penilaian korban, aneka macam jenis pendarahan, penanganan korban patah tulang, pemindahan korban, hingga evakuasi mandiri.

Selain itu, peserta juga diminta mengumpulkan data dan melakukan pemetaan di desanya masing-masing untuk membuat rencana operasi mandiri yang berbasis masyarakat.

"Pelatihan ini adalah salah satu cara Basarnas Jateng dalam melatih kesiapsiagaan warga Kecamatan Dukun dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi maupun lahar dingin yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Kami bekali mereka kemampuan MFR, karena merekalah yang kali pertama menghadapi erupsi. Jadi, mereka tahu mau apa dan harus bagaimana saat menghadapi bencana,” terang Kepala Basarnas Jateng, Aris Sofingi, dalam keterangan resmi, Rabu.

Aris juga berharap pelatihan berupa pemetaan wilayah bisa diterapkan peserta saat menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi. Peserta bisa memiliki kemampuan dalam membaca wilayahnya, sumber daya yang dimiliki seperti jumlah sarana transportasi untuk evakuasi dan menentukan jalur evakuasi.

"Ke depannya kami harapkan para peserta ini memiliki peran aktif dalam proses edukasi, serta melakukan operasi evakuasi secara mandiri berbasis masyarakat, karena merekalah yang memahami karakteristik wilayahnya masing-masing," ujar Aris.

Kecamatan Dukun memang merupakan salah satu kecamatan yang tingkat kerawanan dampak Gunung Merapi paling tinggi. Bahkan, salah satu desa di kecamatan itu, Desa Krinjing, hanya berjarak 3,5 km dari puncak Gunung Merapi dan masuk dalam zona Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau berpotensi paling besar terdampak letusan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya