Pasien Demam Berdarah di Kudus Melonjak Drastis

Dokter Rumah Sakit Islam Sunan Kudus memeriksa salah seorang pasien demam berdarah dengue (DBD) yang menjalani rawat inap di rumah sakit itu, Senin (4/2 - 2019). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
07 Februari 2019 03:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Januari 2019 mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Islam Sunan Kudus Antin Yohana mengatakan jumlah pasien DBD yang dirawat di RSI itu selama Januari 2019 tercatat 86 kasus. Padahal, Desember 2018 lalu, pada musim penghujan yang sama, hanya tercatat 29 kasus.

Dalam perbandingan bulan ke bulan, jumlah pengidap DBD di rumah sakit sama juga terbilang meningkat. Selama Januari 2018 silam, terang dia, jumlah kasus DBD hanya 19 kasus.

Sedangkan sepanjang 2018 tercatat 161 kasus alias separuh jumlah pasien DBD pada bulan Januari ini saja. Dari seluruh pasien DBD yang dirawat di RSI Sunan Kudus, tercatat dua pasien meninggal dunia sepanjang Desember 2018 hingga Januari 2019.

Pasien meninggal dunia adalah warga Kabupaten Jepara yang sebelumnya kondisinya sudah kritis hingga kemudian menjalani perawatan di Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit itu. Pasien DBD yang dirawat di RSI Sunan Kudus memang bukan hanya dari Kabupaten Kudus, melainkan ada pula warga Kabupaten Jepara, seperti dari Kecamatan Mayong, Nalumsari, dan Pecangaan yang dirawat di rumah sakit itu. Sedangkan pasien dari Kabupaten Kudus, meliputi warga Kecamatan Gebog, Dawe, Kaliwungu, Bae, Kota, dan Jati.

Jumlah pasien rawat jalan, katanya, selama Januari 2019 mencapai 49 orang. Hingga Senin ini, kata dia, 14 pasien DBD yang mayoritas warga Kudus dirawat di rumah sakit itu. Tiga pasien di antaranya warga Kabupaten Jepara.

Diingatkannya, anak yang daya tahan tubuhnya menurun lebih mudah terserang penyakit, termasuk DBD.  "Agar terhindar dari serangan DBD, maka daya tahan tubuh anak harus dipastikan terjaga dan asupan gizi serta minumnya juga dijaga," ujarnya di Kudus, Jawa Tengah, Senin (4/2/2019).

Sementara itu, jumlah pasien DBD yang dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus selama Desember 2018 tercatat 42 orang, sedangkan Januari 2019 naik menjadi 91 pasien. Sepanjang 2018, RS Mardi Rahayu Kudus merawat 247 pasien DBD, sedangkan pada 2017 tercatat 423 pasien. Jumlah pasien rawat jalan selama Januari 2019 tercatat 57 orang, sedangkan Desember 2018 tercatat 18 pasien.

Sedangkan, Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kudus juga merawat tujuh pasien DBD selama Januari 2019. Mayoritas pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus merupakan anak-anak, sedangkan lainnya orang dewasa.

Rina Saraswati, warga Purwosari, Kecamatan Kota Kudus, mengungkapkan kedua anaknya menderita DBD sejak empat hari yang lalu. "Keduanya dirawat bersamaan setelah sebelumnya menderita demam tinggi," ujarnya.

Pemkab Kudus mengimbau masyarakat setempat menjaga lingkungan agar tetap bersih serta menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk guna mencegah penyebaran DBD. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara