Nelayan Pati Paceklik Ikan, Bantuan Beras Diberikan

Bupati Pati Haryanto menyerahkan bantuan beras kepada nelayan yang mengalami paceklik, Rabu (6/2 - 2019). (Antara/Istimewa)
07 Februari 2019 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PATI — Sebanyak 6.939 nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang tengah mengalami paceklik ikan menyusul cuaca yang kurang bersahabat serta sulitnya menangkap ikan di laut mendapat berkah dadakan. Bantuan beras diberikan Pemkab Pati kepada mereka.

"Ribuan nelayan yang mengalami paceklik tersebut, berasal dari Kecamatan Juwana, Tayu, Dukuhseti, dan Batangan," kata Bupati Pati Haryanto saat menghadiri penyerahan bantuan beras kepada nelayan di Balai Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019).

Ia mengakui saat ini sebagian nelayan memang ada yang berani melaut, namun banyak pula yang tidak berani, terutama nelayan kecil yang lebih memilih mengamankan diri. Untuk itu, kata dia, mereka perlu diberikan bantuan guna meringankan beban hidup keluarganya selama tidak mendapatkan penghasilan seperti sebelumnya.

Bantuan beras yang diberikan kepada nelayan lima 5 kg untuk setiap nelayan. Ia mengatakan jumlah bantuan itu memang tidaklah seberapa, namun suatu bentuk empati dan perhatian pemerintah. "Setiap tahun, Pemkab Pati memang mengalokasikan bantuan serupa," ujarnya.

Pemberian bantuan beras kepada nelayan, katanya, sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan-aturan yang telah ditetapkan. "Kami tetap berharap, setelah melewati musim paceklik nelayan kembali melaut dan mendapatkan hasil yang memuaskan," ujarnya.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Pati Sunartopo menyampaikan bahwa total bantuan yang akan diserahkan 34.680 kg beras. Berdasarkan data, stok gabah Dinas Ketahanan Pangan Pati pada 2018 tercatat 100 ton. Pada 2019, jumlah total yang dialokasikan untuk bantuan 34,68 ton.

Ia mengatakan pemberian beras untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan dan keadaan darurat, terkena bencana alam ataupun pascabencana. "Selain itu, juga untuk meningkatkan penyediaan pangan bagi masyarakat miskin atau yang mengalami rawan pangan. Hal ini juga untuk menjamin pasokan pangan agar stabil," ujarnya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara