Bank Indonesia Temukan 8.512 Lembar Uang Palsu di Jateng 

8.512 Lembar uang palsu yang ditemukan di Jateng. (Antara/R. Rekotomo)
08 Februari 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah menemukan 8.512 lembar uang palsu. Upal tersebut beredar selama 2018. Temuan tersebut turun dibandingkan periode yang sama pada 2017, yakni 9.242 lembar upal.

Kepala Grup Sistem Pembayaran PUR Layanan dan Administrasi BI Jateng Noor Yudanto mengatakan penurunan penemuan upal karena masyarakat Jateng kini lebih jeli dalam menerima dan bertransaksi menggunakan uang kartal. "Ini cukup bagus, peredaran upal di Jateng turun 8% dibandingkan 2017. Kami harap masyarakat semakin teliti dalam bertransaksi dan menerima uang kartal," kata Noor, Jumat (8/2/2019).

Dikatakan Noor, BI juga terus mengedukasi masyarakat untuk membedakan uang asli dengan yang palsu. Masyarakat harus memahami ciri-ciri uang asli dengan prinsip 3D (dilihat, diraba, dan diterawang), sehingga dapat meminimalisir peredaran upal.

Selain itu, lanjut Noor, pihaknya telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberantas peredaran upal khususnya di Jawa Tengah. Pasalnya, adanya upal sangat meresahkan masyarakat.

"Kami sudah sejak lama bekerja sama dengan pihak kepolisian mengenai pemberantasan upal di Jateng. Kami berharap agar peredaran upal terus ditekan," ujar Noor.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol. Hendra Suhartiyono mengatakan jika kepolisian terus melakukan koordinasi dengan BI memerangi peredaran upal. Dalam hal ini Polda Jateng melibatkan BI sebagai staf ahli untuk mengidentifikasi ciri-ciri upal yang beredar.

"Dari kepolisian terus melakukan koordinasi dengan BI. Kami melibatkan BI sebagai staf ahli untuk indentifikasi upal yang beredar di Jawa Tengah," kata Hendra.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis