Kapolda Jateng: Modus Teror di Grobogan Mirip dengan di Semarang

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono. (Antara/I.C.Senjaya)
09 Februari 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Teror pembakaran mobil yang melanda Kota Semarang dan sekitarnya rupanya mulai merambah ke daerah lain di Jawa Tengah (Jateng). Salah satu daerah yang terkena imbas adalah Kabupaten Grobogan, di mana sebuah mobil angkutan menjadi sasaran pembakaran orang tak dikenal, Selasa (5/2/2019).

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono, menyebutkan aksi teror di Grobogan itu diduga berkaitan dengan aksi teror di Kota Semarang, Kendal, dan Ungaran, Kabupaten Semarang.

“Kalau dilihat dari kasusnya, modus serta motifnya sama. Pelaku menggunakan minyak Saya rasa ada kaitannya,” ujar Kapolda saat dijumpai wartawan di rumah dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh, Kamis (7/2/2019) malam.

Kapolda memperkirakan pelaku teror pembakaran mobil saat ini memang tengah mencari sasaran daerah lain di luar Kota Semarang. Hal itu dikarenakan di Kota Semarang, pengamanan aparat kepolisian, TNI, maupun masyarakat semakin diperketat.

Selama sepekan terakhir, aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, memang memperketat pengamanan. Tak hanya di kawasan permukiman, dengan mengajak masyarakat menggiatkan Siskamling, aparat juga menggelar operazi razia di jalanan.

Operasi itu difokuskan di daerah perbatasan Semarang guna mempersempit gerak pelaku teror. Sasaran operasi merupakan pengendara kendaraan roda dua.

“Mereka mencari celah. Mencari daerah-daerah yang tingkat keamanannya rendah. Maka itu, kami minta masyarakat Jateng, tak hanya di Semarang, untuk meningkatkan kewaspadaan supaya kejadian serupa [teror] tidak terjadi lagi,” imbuh Kapolda.

Intelijen Kodam

Terpisah, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, mengaku siap menerjungkan prajuritnya untuk membantu aparat kepolisian mengatasi teror. Tak hanya prajurit dari unsur bintara pembina masyarakat (babinsa), pihaknya juga siap menyebar intelijen jika dibutuhkan.

“Intinya kami siap membantu, baik pengungkapan kasus secara preventif maupun pengamanan, Intelijen sudah pasti akan kita perbantukan,” ujar jenderal bintang dua itu.

Teror pembakaran mobil ini memang sangat meresahkan masyarakat Jateng. Setidaknya sudah ada 27 kejadian pembakaran di empat kabupaten/kota di Jateng.

Dari empat kabupaten/kota itu, Kota Semarang paling banyak yakni dengan 17 kasus atau kejadian. Sementara Kendal 8 kejadian, sedangkan Kabupaten Semarang dan Grobogan masing-masing satu kejadian.

Belum diketahui motif pelaku melancarkan teror itu. Namun seluruh modusnya hampir sama, yakni dilakukan saat dini hari dan menyasar korban yang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan maupun garasi rumah yang tak tertutup rapat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya