2 Kubu Peserta Pilpres 2019 Saling Klaim Kuasai Suara Pemilih di Jateng dan Jabar

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) di sela-sela debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1 - 2019). (Bisnis/Abdullah Azzam)
09 Februari 2019 22:50 WIB John Andhi Oktaveri Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA— Persaingan untuk merebut suara di Pulau Jawa oleh dua paslon dalam Pilpres 2019 kian memanas setelah pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin terus mengonsolidasikan suara di Jawa Barat dan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi berupaya merebut suara di Jawa Tengah. Saling klaim penguasan wilayah pun tak terhindarkan setelah mesin politik kedua kubu terus merangsek di Pulau Jawa.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengaku tidak khawatir dengan pergerakan kubu Prabowo-Sandi yang terus merapatkan barisan untuk meraih suara di wilayah Jawa Tengah. "Yah kita tidak khwatir karena posisi yang kami dapat di Jawa Tengah itu ya kalau dirata-rata Pak Jokowi itu sudah di atas 60%," kata Arsul di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Sebelumnya, kubu Jokowi-Ma'ruf Amin mengklaim menguasai 70% suara di salah satu provinsi terpadat penduduknya itu.

Arsul menilai wajar saja jika kubu Prabowo-Sand fokus ke Jawa Tengah karena menyadari suara 02 masih sangat rendah di provinsi itu. Dia berkeyakinan pemilih Jateng pada umumnya adalah pemilih yang tenang tetapi sudah fixed meski ada pergeseran sedikit. Maklum, Kubu Prabowo tengah melakukan konsolidasi tim pemenangan di Solo, basis pendukung Jokowi yang telah mengantarkannya menjadi presiden.

Sedangkan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono menyatakan bahwa suara di Jawa Tengah kini mulai terbelah. “Warga Jateng yang selama ini diklaim loyal, kini tidak lagi solid mendukung PDIP maupun capres petahana Jokowi,” ujarnya.

Hal tersebut, kata Ferry, berkat strategi kampanye yang digalang oleh mantan Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2013, Bibit Waluyo di wilayah Jateng khususnya di Solo. "Mantan Gubernur Jateng yang sudah lama bergerilya menggerakkan relawan-relawan memenangkan 02. Ini membuktikan Solo dan Jateng ternyata tidak loyal mendukung petahana dan partainya," kata Ferry.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut basis suara calon presiden nomor urut 02 di Provinsi Jawa Barat telah berhasil direbut menjadi milik paslon 01. Hal itu dia katakan berdasarkan beberapa hasil survei internal yang menyebut Jokowi-Ma'ruf telah mengungguli Prabowo-Sandi Tanah Pasundan itu.

"Ya, kalau tentang dukungan, tadi malam kami membahas hasil survei yang terakhir dan alhamdulillah Jawa Barat sudah menjadi rumah Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin," kata Hasto saat melakukan safari politik di Sukabumi, Jawa Barat.

Temuan itu terungkap setelah Hasto melakukan rapat konsolidasi bersama dengan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf. Hasto mengatakan hasil survei itu menunjukkan Jokowi-Ma'ruf saat ini memperoleh elektabilitas sebesar 52,4% di Jawa Barat. Melihat hal itu, dia menyebut Jawa Barat kini sudah tak menjadi 'kandang' bagi Prabowo lagi. Ia menyatakan Jabar saat ini telah menjadi "Rumah Jokowi-Ma'ruf".

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis