Lolong Bagikan 1.000 Durian di Pekalongan

Parade durian yang diikuti oleh seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan menampilkan gunungan durian yang disusun secara menarik di sebuah perahu. (Antara/Humas PLN)
10 Februari 2019 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Acara tahunan Festival Durian, Minggu (10/2/2019), digelar di objek wisata Lolong Adventure, Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan menarik belasan ribu pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Pembagian 1.000 durian gratis menjadi daya tarik Festival Durian tersebut.

Lolong Adventure adalah objek wisata binaan PLN. Karena itulah, Festival Durian itu dihadiri pula oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan. Dalam kesempatan tersebut, Asip secara khusus memberikan apresiasi kepada PLN atas pengembangan destinasi wisata Lolong tersebut.

"Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada PLN yang sudah berkontribusi secara aktif dan nyata memberikan sarana penunjang bagi tumbuh kembangnya wisata di Kabupaten Pekalongan, terutama Lolong," katanya.

Dalam Festival Durian yang katanya dihadiri pula wisatawan dari Batang, Pemalang, Pekalongan, dan Tegal itu juga diadakan lelang serta parade durian yang diikuti oleh seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan dan tim dari PLN Peduli dengan menampilkan gunungan durian yang disusun secara menarik di sebuah perahu.

Desa Lolong terkenal dengan keindahan alamnya dengan adanya sungai yang cukup deras alirannya dan dimanfaatkan untuk olahraga rafting, ditambah lagi dengan komoditas durian. Ia menambahkan berkembangnya objek wisata Lolong memberikan dampak yang positif terhadap pariwisata di Kabupaten Pekalongan.

"Dengan adanya bantuan dari PLN ini secara signifikan memicu pertumbuhan ekonomi di Pekalongan, yang dahulu sektor pariwisata persentasenya kecil, saat ini meningkat," kata Asip.

Manajer Komunikasi PLN UID Jateng Haris menambahkan pengembangan wisata Lolong ini bukan hanya meningkatkan ekonomi tetapi diharapkan juga menjadi wadah para atlet rafting untuk mengembangkan keahlian mereka, sehingga dapat berkompetisi secara nasional. "Ke depannya PLN juga sedang merintis sekolah sungai untuk mengedukasi dan mengajak anak anak sekitar Desa Lolong untuk menjadikan membaca buku sebagai budaya sehari hari," demikian Haris.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Sumber : Antara