Mahasiswa PGRI Semarang Ajari Warga Pasarkan Bonggol Pisang Via Medsos

Suasana sosialisasi bonggol pisang di Balai Kelurahan Tlogosari Wetan, Pedurungan, Semarang, Sabtu (9/2 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Upgris)
12 Februari 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Belum banyak masyarakat yang tahu kandungan gizi dalam bonggol atau batang pisang. Padahal, batang pohon pisan memiliki banyak kandungan vitamin, protein dan karbohidrat, dan aman untuk dikonsumsi.

Hal inilah yang coba disampaikan mahasiswa Universitas PGRI Semarang (Upgris) saat menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu (9/2/2019).

Tak hanya mengajak warga mengolah bonggol pisang untuk menjadi produk makanan berkualitas, mahasiswa Upgris juga mengajari cara memasarkannya melalui media sosial (medsos).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari KKN di Kecamatan Pedurungan. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan produk unggulan bonggol pisang agar diterima dan dikenal oleh warga secara luas,” ujar salah satu peserta KKN, Tangkas Dwi Prakoso, dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Senin (11/2/2019).

Dalam sosialisasi itu hadir dua pemateri, Alfiah dan Bambang Sulanjari. Keduanya merupakan dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa di Universitas PGRI Semarang.

Bonggol pisang di Tlogosari Wetan sebenarnya sudah dikembangkan warga. Salah satunya, Sukirman yang mengolah bonggol pisang untuk produk seperti isi lumpia, martabak, tahu isi, abon, hingga kripik.

Meski demikian, produk itu masih belum dikenal luas. Sukirman selama ini hanya memasarkan secara door to door.

“Adanya sosialisasi ini menambah wawasan pada warga di Tlogosari Wetan tentang produk bonggol pisang. Kebanyakan warga kurang menerima bonggol pisang sebagai bahan makanan yang pada dasarnya mempunyai manfaat yang baik,” ujar Sukirman.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya