Angin Kencang Terjang Kudus, Genting Rontok

Warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sedang memperbaiki atap rumah yang rusak akibat diterjang angin kencang, Senin (11/2 - 2019). (Antara/Istimewa)
12 Februari 2019 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (11/2/2019), diterjang angin kencang. Sebanyak 38 rumah rusak akibat bencana alam tersebut.

"Permukiman warga yang terdampak bencana angin kencang tersebut tersebar di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus," ungkap Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan.

Berdasarkan keterangan warga yang menjadi korban bencana alam angin kencan itu, kutip dia, bencana alam tersebut terjadi pukul 15.15 WIB. Mula-mula terdengar suara bergemuruh di tengah hujan. Selanjutnya terasa angin bertiup kencang.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata atap rumah warga yang tersebar di lima rukun tetangga tersapu angin. "Rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sudah dibantu diperbaiki karena tim sukarelawan BPBD langsung diterjunkan ke lokasi kejadian," ujarnya.

Sedangkan genting yang rontok, menurutnya sudah diganti dengan yang baru. Kalaupun ada rumah yang belum diperbaiki, maka perbaikan akan dilakukan Selasa (11/2/2019) bersama tim sukarelawan dari BPBD Kudus dan sejumlah pihak terkait lainnya. Upaya pembersihan material genting yang berjatuhan, katanya, juga sudah dilakukan warga bersama TNI, Polri, Satpol PP, serta BPBD bersama sukarelawan Kudus.  

"Untuk kebutuhan genting diperkirakan mencapai 6.000-an genteng. Kerugian atas peristiwa tersebut, ditaksir mencapai puluhan juta rupiah," ujarnya.

Hasil pendataan sementara, kata dia, tidak ada warga yang mengungsi karena tempat tinggal mereka tidak ada yang mengalami kerusakan parah. Atas peristiwa tersebut, BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam serupa mengingat cuaca memang sedang memasuki musim penghujan. Kasi

Syakuri sebagai representasi Pemerintahan Desa Temulus menambahkan sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan ringan langsung diperbaiki karena mayoritas kerusakan berupa genting yang terjatuh akibat terjangan angin. "Bagi warga yang membutuhkan genting dalam jumlah banyak, tentunya harus menunggu esok hari," ujarnya.

Ia mengungkapkan bencana puting beliung di Desa Temulus baru tahun ini karena selama ini memang belum pernah terjadi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara